Tiap Orang Punya Kisah Patah Hati

Image credit: Pinterest
Image credit: Pinterest

Di sebuah grup what’s app sedari tadi pagi saya mengikuti kisah patah hatinya dua orang sahabat. Mereka menceritakan kisah mereka yang menurut saya cukup berliku. Bukan sekadar putus dari hubungan, tapi lebih kompleks lagi dan sudah melibatkan keluarga.

Mulai dari sahabat saya yang sudah merasa cocok satu sama lain, sudah sempat makan bareng keluarga, tapi kemudian si cowok malah bertunangan dan menikah dengan cewek lain. Bahkan ketika akhirnya mereka menikah, keduanya dengan sengaja datang ke kantor sahabat saya itu untuk ngasih kartu undangan.

Lalu sahabat saya yang satunya yang juga sudah saling cinta satu sama lain sama seorang pria. Tapi malah pihak keluarga si cowok menjodohkannya dengan wanita lain. Latar belakang keluarganya yang “agak berat” memang sempat membuat sahabat saya gamang sendiri. Akhirnya keduanya pun pisah.

Duh, entahlah kalau saya berada di posisi mereka. Mungkin saya bakal nyesek banget dan susah untuk move on apalagi kasusnya sama-sama melibatkan keluarga, huhuhu.

cinta 2

Bisa nggak sih melupakan seseorang? Hm, mungkin agak susah ya. Mungkin melupakan seutuhnya sulit tapi perasaannya pasti akan memudar. Atau kalau sudah ketemu seseorang yang baru, barulah perasaan patah hati yang lalu akan hilang.

Tiap orang punya kisah patah hatinya sendiri. Bahkan punya ujian sendiri sebelum akhirnya bertemu jodohnya masing-masing. Well, saya secara pribadi memang tak punya (dan jangan sampai punya) kisah yang terlalu berliku dalam urusan jodoh. Cuma kadang galau aja, hehehe.

Melupakan kejadian pahit atau sesuatu yang meninggalkan trauma memang tak mudah. Apalagi kalau kenangannya sudah terlalu dalam (tsaaaah!) jadinya mau membuka lembaran baru juga prosesnya nggak langsung cling gitu aja.

cinta 3

“Cinta tak sesederhana kata-kata “aku cinta kamu dan dunia harus mengerti itu”, cinta adalah “aku cinta kamu dan karenanya aku juga harus mengerti dunia di sekelilingmu.”
(Novel Jodoh, Fahd Pahdepie)

Berlanjut ke cerita dua sahabat saya tadi. Intinya mereka sama-sama sedang mencoba untuk kembali menata hati. Membenahi diri dan mencoba untuk tetap bertahan dan bersabar sampai nanti akhirnya bisa bertemu dengan belahan jiwa sejatinya masing-masing. Saya sebagai “pihak ketiga” yang mendengar cerita mereka cuma bisa sok bijak ngasih saran-saran yang sebenarnya sudah klise, semacam ya sabar aja, ya semoga nanti kisah kita berakhir indah semua. 

Tiap orang punya kisah patah hatinya sendiri. Dan selalu ada pengalaman yang tak terlupakan dari itu semua… Benarkah seperti itu?

 

Author: Endah Wijayanti

word carver | web content editor | life traveler | librocubicularist | blogger penulisonline.com

6 thoughts on “Tiap Orang Punya Kisah Patah Hati”

  1. Kebanyakan orang menjadikan patah hati itu sebagai alasan melemahnya diri, jadi galau berlarut-larut misalnya. Padahal kalau kita bijak kita bisa menjadikan kejadian tersebut sebagai sumber kekuatan kita, untuk lebih memperbaiki diri dan lebih bersabar dalam menunggu jodoh misalnya. Ya, tergantung kita gimana menyikapinya ya hehe
    *duh ini ngomong apa, padahal ngerasain cinta dalam hubungan aja belom pernah wkwkwk xD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s