Nyinyir Time: Berita-Berita di Media-Media

Sumber gambar di SINI.
Sumber gambar di SINI.

Zaman sekarang mau baca berita tinggal klik. Bahkan tanpa harus mencari pun, berita-berita terbaru sudah nongol sendiri di timeline media sosial kita. Hanya saja kadang kita memang harus lebih hati-hati dengan berita yang bertebaran di media-media (khususnya di media online).

Di dunia yang serba cepat, berita bisa langsung tersebar dalam hitungan detik. Saking cepatnya kadang malah mengabaikan aspek ketepatan dan kebenaran. Dengan kata lain, get the news first, share it, verify later. Bahkan ada berita yang sengaja dilempar ke publik untuk membiarkan publik berasumsi sendiri. Alih-alih memberi kabar terbaru, sebuah berita bisa memunculkan rasa curiga dan konflik tersendiri di kalangan pembaca.

Sebuah berita bisa dipelintir, dibikin asumsinya sendiri, dibumbui pendapat serta dipermanis. Demi bisa mendapat perhatian publik atau menambah jumlah traffic (media online). Satu topik berita yang sama bisa disajikan dalam paket yang berbeda-beda. Bahkan aturan baku jurnalisme yang dulu diajarkan di sekolah atau bangku kuliah sudah tak lagi benar-benar dipatuhi.

Saya kadang sering merasa kurang puas kalau baca sebuah berita hanya dari satu sumber saja. Harus cari-cari sumber yang lain untuk memastikan ketepatan dan kebenaran berita itu. Tapi kadang jadi makin bingung sendiri kalau beritanya ternyata menyebutkan hal yang berbeda satu sama lain. Kalau sudah begini, berita dari sumber mana yang harus dipercaya?

Yah, sekarang kalau baca berita memang nggak bisa langsung ditelan begitu saja. Apalagi kalau topiknya sensitif, wah kalau tidak hati-hati malah meracuni diri sendiri. Share berita di media sosial juga nggak bisa sembarangan, gimana kalau beritanya ternyata nggak benar, malah menyesatkan orang lain, kan?

Baca berita-berita di media-media… kadang bikin pusing nggak sih?

Author: Endah Wijayanti

word carver | web content editor | life traveler | librocubicularist | blogger penulisonline.com

7 thoughts on “Nyinyir Time: Berita-Berita di Media-Media”

      1. aku klo Instagram udah uninstall dari HP sejak 7 bulan lalu sih memang (ini time-waster no.1 klo buatku). Path, jarang2. Tinggal FB aja dari browser. Klo ttg nutup akun medsos, ya tergantung keinginan dan kebutuhan aja. Tiap orang kan punya tindakan preventif berbeda-beda ya dalam menyikapi negative effect dari medsos🙂

      2. iya mbak, setuju banget, disesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan :)) *cuma belum bisa uninstall Instagram saking udah kecanduannya, heu

      3. memang skitar 6 bln lalu, aku abis ganti HP yg memorinya cm 8GB. jd mau gak mau, banyak aplikasi socmed yg gak bisa didownload. Jd HPku cm mampu nyisain 1 aplikasi, yaitu WordPress (krn udah kecanduan)🙂 Path kadang-kadang aja mampu install.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s