‘Doa adalah Cahaya Bagi Ketidakmengertian Kita’

Kenapa kita harus berdoa?
Untuk apa berdoa, toh tak semuanya akan dikabulkan?
Benarkah berdoa itu hanya buang-buang waktu saja?
Orang lain nggak berdoa, tapi mereka kelihatan bahagia dan baik-baik saja?
Untuk apa berdoa?

Foto: copyright thinkstockphotos.com via Vemale.com
Foto: copyright thinkstockphotos.com via Vemale.com

Mungkin kita pernah berada dalam situasi itu. Saat kita sudah merasa putus asa dan tak tahu apa yang harus dilakukan, hidup rasanya terasa gelap. Kita seolah berada di gang buntu, mau kembali ke titik awal pun rasanya tak mungkin karena tubuh yang sudah lelah dan energi yang sudah terkuras. Di saat seperti itu, kita mungkin akan berdoa. Tapi doa yang kita ucapkan malah berisi ungkapan kemarahan, kekesalan, dan kekecewaan kita. Bahkan kita melontarkan kutukan dan cacian dalam doa kita. Jadi untuk apa berdoa?

Tiap orang punya persoalan dan masalah hidup masing-masing. Bahkan orang yang kita anggap bahagia dan baik-baik saja mungkin sebenarnya sedang menghadapi masalah pelik. Hanya saja dia berjuang dalam diamnya dan dalam butiran-butiran doanya. Dia tak mau membuat orang lain ikut cemas atau sedih dengan masalah yang membebaninya. Kita juga tak pernah tahu apa yang ia ucapkan dalam doa-doanya setiap hari yang bisa membuat dirinya kuat.

”Doa adalah cahaya bagi ketidakmengertian kita. Kata Ayah, di tengah dunia yang gelap, malaikat pembawa rahmat hanya dapat melihat mereka yang menyalakan cahaya. Mereka yang berdoa adalah mereka yang sedang menyalakan cahaya dirinya dan memberitahu para malaikat bahwa mereka masih mengingat Tuhan di dunia—meski tidak selalu mengerti. Mungkin, doa juga merupakan cara kita untuk belajar mengerti.”
(Fahd Pahdepie, Rumah Tangga)

Saat berdoa, disadari atau tidak, kita sedang menyalakan cahaya untuk hidup yang kita jalani. Kita memberi energi pada diri kita sendiri untuk bertahan. Berproses untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Yang senantiasa berpikir jernih di setiap tindakan. Tak ceroboh melakukan sesuatu.

Kita berdoa pada Sang Penggenggam Hidup. Mungkin kita merasa saat ini Ia tak mengabulkan doa kita. Tapi yakinlah Ia akan selalu memberi semua yang kita butuhkan.

Mungkin saat ini kita sedang buntu menghadapi sesuatu. Kita tak tahu apa yang harus kita lakukan selanjutnya. Tak mengerti dengan semua yang terjadi dan menimpa kita. Dan berdoa adalah cahaya untuk ketidakmengertian kita, yang akan membawa kita pada sebuah pemahaman, sebuah jawaban yang akan kita syukuri pada akhirnya.

Tulisan ini juga bisa dibaca di SINI.

Author: Endah Wijayanti

word carver | web content editor | life traveler | librocubicularist | blogger penulisonline.com

1 thought on “‘Doa adalah Cahaya Bagi Ketidakmengertian Kita’”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s