Meet Up: Jadi Single di Tengah Para Bunda Mama

Beberapa waktu lalu, saya kembali bertemu dengan para sahabat yang sebagian besar sudah jadi bunda dan mama. Acara meet up yang dilakukan hari Sabtu itu bertepatan dengan jadwal saya masih harus setor kerjaan. Jadilah saya datang paling telat. Dari yang tadinya bikin janji kumpul jam 11, saya baru bisa datang jam 2 siang, hehe *balada mbak-mbak masih single yang masih harus menopang hidup dengan kerja bergaji  bulanan*

Kami berkumpul di rumah Eva, salah satu sahabat kami yang baru saja beli rumah  baru. Suaminya kini bekerja di luar negeri, jadilah ia harus merawat sendiri kedua putri kecilnya. Dan sepertinya rumah  barunya ini akan jadi basecamp baru karena memang letaknya tak jauh dari pusat kota.

2 eva

Begitu saya datang, saya langsung ke dapur. Baru datang, langsung disuruh makan, hoho. Wah, langsung pada heboh. Sahabat saya yang sudah jadi mama dan bunda pada bawa krucil mereka masing-masing. Kebayang kan betapa heboh dan ramenya suasana saat itu.

Belum lagi ketika pada bertengkar, rebutan maenan, rebutan makanan, sampai ada yang ngompol juga. Sahabat saya juga berulang kali lari sana sini harus mengejar anak-anak mereka yang lagi aktif-aktifnya. Peran jadi ibu memang nggak mudah.

1 eva

Seorang sahabat saya yang sudah punya dua jagoan cilik mengaku kalau sehari-hari jam tidurnya sangat terbatas. Tubuhnya juga makin kurus, kelihatan sekali kalau waktunya sehari-hari sibuk dengan kedua buah hatinya tersebut. Dua sahabat saya yang lain saat ini harus merawat buah hati mereka sendiri, yang satu karena suaminya sedang kerja di luar negeri, satunya lagi karena masih harus menyelesaikan kuliah S2 di sini dan berpisah dari suaminya di pulau seberang.

Di acara meet up itu, saya termasuk satu dari tiga perempuan yang masih single. Hehehe. Jadilah saya dan seorang sahabat perempuan saya yang masih single sempat mengobrol mengomentari betapa beratnya peran para mama dan bunda. Urip iki mung sawang sinawang. Setiap orang punya jalan hidupnya masing-masing. Kadang saya beranggapan enak ya sahabat saya yang ini, sudah bisa bla bla bla. Beruntung jadi sahabat saya yang itu, bisa melakukan bla bla bla.

Acara meet up dengan sahabat-sahabat ini jarang sekali bisa diadakan. Saya mengenal mereka sudah sejak dari bangku SMP. Alhamdulillah sampai sekarang masih keep in touch. Setelah satu per satu pada menikah, setiap ngumpul seringkali saya yang ditanya, “Kapan nyusul?” atau “Sekarang dekat sama siapa?” Kalau sudah ditanya itu, saya langsung pasang tameng senyum sejuta pesona, hehe.

Semoga sahabat-sahabat saya ini bisa selalu dianugerahi kebahagiaan dan kebaikan. I’m sure Allah is always by our side :))

Author: Endah Wijayanti

word carver | web content editor | life traveler | librocubicularist | blogger penulisonline.com

3 thoughts on “Meet Up: Jadi Single di Tengah Para Bunda Mama”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s