Karena Seringkali Kita Ingin Menyerah Saja…

Sesungguhnya kita semua dilahirkan sebagai seorang petualang. Lebih tepatnya petualang kehidupan. Jika hidup ini adalah perjalanan, maka kita semua adalah para pejalan yang harus berani menjelajah ke luar untuk bertualang. Tapi, benarkah kita sudah menjadi petualang kehidupan seperti yang kita impikan selama ini?

Image credit: ThinkStockPhotos
Image credit: ThinkStockPhotos

Ah, sampai lupa untuk menyapamu hari ini. Apa kabar? Masih punya semangat untuk kembali bangkit, berdiri, dan melangkah ke depan untuk menjelajahi ruang-ruang baru?

Selama ini kau sadar bahwa ada sesuatu yang harus kau raih. Tapi entah bagaimana bisa, kau malah masih saja terjebak di tempat yang sama. Dunia di luar sana terus berputar. Awan dan langit menciptakan dimensi-dimensi baru. Wangi udara juga berubah-ubah setiap saatnya. Bumi pun terus berotasi dengan aturan harmoni yang sama. Tapi kau malah terdiam di dalam kotak yang itu-itu saja, menghirup aroma udara dengan pekat yang tak berubah.

Apa yang salah?

Mungkin kau lupa menentukan tujuanmu.

Sebuah awal pastinya akan memiliki akhir. Dan sebuah akhir inilah yang nantinya bisa jadi penyemangat. Penyemangat untuk mulai mengambil langkah. Bukankah perjalanan 1.000 langkah baru terwujud kalau kita pernah melakukan satu langkah pertama? Cari tahu tujuanmu. Apa yang paling kau inginkan dalam hidupmu? Impian besar apa yang ingin kamu wujudkan? Hal apa yang paling ingin kamu lakukan setidaknya sekali seumur hidup?

Sumber gambar: ThinkStockPhotos
Image credit: ThinkStockPhotos

Kita punya jiwa. Kita juga dibekali dengan akal dan pikiran. Semua tergantung seberapa kuat tekad dan niat yang dimiliki. Seberapa keras usaha kita untuk mewujudkan apa yang kita inginkan. Sejauh apa kita berani melangkah untuk menjadi makhluk yang memiliki arti.

Pejamkan matamu. Tarik napas dalam-dalam. Lalu bayangkan sebuah tempat yang paling ingin kau tuju. Hadirkan sosok dirimu di tempat itu. Ubahlah sosok itu sesuai dengan keinginan terdalammu. Resapi semua perasaan yang hadir. Jangan ragu untuk tersenyum. Atau mau sambil menari atau berjingkrak-jingkrak? Lakukan saja. Kemudian tenangkan diri. Hembuskan napas perlahan-lahan dengan sepenuh hati. Lalu, buka mata. Lihatlah dunia dengan cara baru yang berbeda. Dengan begitu, kau akan siap untuk melangkah lebih mantap.

Tapi perlu diingat setiap perjalanan pasti akan disertai kerikil tajam hingga badai topan.

Seperti ketika kau menaiki tangga. Untuk mencapai puncak tangga, kau harus rela berpeluh dan lelah untuk menapaki setiap anak tangga. Semakin tinggi, kau akan butuh lebih banyak tenaga. Jika tak hati-hati, kau bisa terjatuh dan terguling kembali ke bawah. Tapi kau masih bisa berpegangan. Kau pasti kuat jika kau percaya pada dirimu sendiri. Percayalah pada kekuatan diri yang kau miliki. Terkadang kita tak sadar ada kekuatan besar dalam diri. Dan untuk memunculkannya, kita hanya perlu sedikit memaksa diri menekan tombol untuk menarik kekuatan itu keluar.

Image credit: ThinkStockPhotos
Image credit: ThinkStockPhotos

Saat mengarungi samudra menuju daratan mimpi yang kau idam-idamkan, kau harus rela terombang-ambing ombak. Angin dan badai bisa saja menggulingkan perahumu. Mati tenggelam bisa menghantui setiap detikmu. Ketika sudah memutuskan untuk memulai sebuah perjalanan baru, mau tak mau, suka tak suka, kita mempersilakan diri kita untuk berjuang semampu kita sebaik mungkin. Yang paling menakutkan sebenarnya adalah memulai. Akan tetap, jika langkah pertama sudah dibuat, kita akan terus memacu diri untuk bertahan hingga titik penghabisan.

Setiap makhluk di bumi ini tercipta karena ada tugas yang harus diselesaikan. Dalam rentang waktu tertentu, tugas itu harus segera diselesaikan. Bagaimana denganmu? Apakah tugasmu di dunia sudah terselesaikan dengan baik?

Belum ada kata terlambat jika kau berhenti menunda. Segera mulai petualangan dan perjalanan barumu. Mumpung masih ada waktu. Selagi masih ada kesempatan. Setel ulang pikiranmu. Jernihkan kembali hati dan jiwamu. Matahari juga belum menunjukkan rasa lelahnya. Ia jadi petunjuk bahwa selalu ada cahaya di setiap langkah baru yang kau mulai.

It’s just a new beginning. Awali perjalananmu dengan hati dan niat yang tulus. Lepaskan ego yang berlebihan. Tanggalkan semua alasan atau keluhan yang melekat dalam dirimu. Banyak orang yang sudah melangkah bahkan berlari jauh di depanmu. But don’t give up! Jangan kalah sebelum mencoba. Jangan mundur sebelum melangkah. Kau masih bisa menyusul langkah orang-orang yang sudah lebih dulu memulai perjalanannya. Dan pastikan kau tahu tujuanmu dan siap untuk menghadapi semua tantangan yang akan menghadang.

Selamat berjuang wahai petualang kehidupan. Hidup pasti jauh lebih bermakna saat kita bisa mendapatkan perjalanan yang kita inginkan dan mencapai tujuan kita.

Kita semua pasti bisa karena kita mampu. Dunia sudah disiapkan sebaik mungkin untuk kita. Ia menunggu kita untuk berani melangkah.

Salam,
Jiwamu.

Author: Endah Wijayanti

word carver | web content editor | life traveler | librocubicularist | blogger penulisonline.com

14 thoughts on “Karena Seringkali Kita Ingin Menyerah Saja…”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s