Tentang Perangkai Kata

Jika kehidupan diibaratkan samudra, maka perahu saya untuk bertahan hidup melintasinya adalah kata-kata. Sedari kecil saya ingin menjadi penulis. Berawal dari hobi membaca, saya pun ingin menjadi perangkai kata. Selalu ada desir aneh setiap kali orang tersenyum membaca tulisan saya. Bahagia itu ketika tulisan saya tetap menginspirasi banyak orang meski raga sudah tak bernyawa nantinya.

api

Sayangnya, saat ini saya belum bisa mencapai daratan yang saya impikan. Daratan tempat orang-orang tercinta tersenyum membaca karya-karya saya. Untuk mencapai daratan itu, saya perlu perahu yang kokoh. Alasan itulah yang akhirnya membuat saya memutuskan untuk menjadi editor konten sekaligus penulis di sebuah media online.

Berkutat dengan tulisan dan tenggat waktu setiap harinya, seringkali saya merasa menulis ternyata tak selalu membahagiakan. Apalagi jika sudah masuk ke dalam industri, ketika semua tulisan selalu ditimbang dengan pertanyaan, “Apakah akan laku dibaca orang?” dan bukan sebatas, “Apakah tulisan ini akan memberi manfaat banyak orang?” Kadang tubuh ini seakan menolak saat jari-jari tangan harus menulis sesuatu yang tak sesuai suara hati. Tapi saya coba bertahan sampai nanti… suatu hari nanti.

api 2

Saya sadar bahwa jika ingin kuat, saya harus belajar mendayung seorang diri. Tak mudah memang. Ombak, badai, dan angin kencang bisa menghempas saya di saat-saat yang tak terduga. Perahu saya bisa terbalik kapan saja. Alat dayung saya bisa terlepas dan hanyut hilang tergerus ombak. Dan cara saya untuk mengokohkan perahu dan alat dayung adalah dengan menekuni pekerjaan saya saat ini. Inilah pilihan saya. Saya harus bersyukur dan mempertanggung jawabkannya.

api 3Usia saya sudah memasuki seperempat abad. Di usia ini, banyak teman yang sudah menemukan perahu mereka dan bahkan sudah berhasil mengarungi samudra. Haruskah saya iri? Ah, saya rasa tidak. Saya yakin semua sudah memiliki perahunya masing-masing, tinggal bagaimana kita saja mau mendayung atau tidak.

(tulisan ini dibuat untuk mengikuti lomba #MenjagaApi)

Author: Endah Wijayanti

word carver | web content editor | life traveler | librocubicularist | blogger penulisonline.com

15 thoughts on “Tentang Perangkai Kata”

  1. Semangat, percaya aja tulisan akan menemukan pembacanya sendiri
    Jika sudah bertemu perahu yg cocok dihati, tak satupun yg bisa menghentikan pemiliknya untuk membawanya berlayar🙂

  2. ..dan saya lagi lagi melompat dari perahu kokoh lainnya untuk mencapai daratan yang masih jauh. berenang pun saya masih gamang. saya mohon doanya, agar saya kuat terus berenang bebas sendirian, atau lagi lagi menumpang kapal atau perahu kecil menuju daratan yang sama dengan yang kamu impikan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s