Tukang Numpuk Buku

Mungkin sebutan “tukang numpuk buku” lebih tepat buat saya kali ini. Ya, gimana, sekali ada uang, langsung deh ngacir ke toko buku. Setiap kali ada uang lebih, yang ada di pikiran pasti…”Kali ini mau beli buku apa ya?”

dok. instagram saya
yang hanya bisa tertumpuk | dok. instagram saya

Alhasil, buku-buku lama yang sudah dibeli sebelumnya aja belum beres dibaca, eh ini sudah ada buku baru. Jadinya, cuma bisa ditumpuk tanpa sempet dibaca semuanya. Baru ada buku baru yang keliatannya keren, eh langsung deh dibeli.

Dan, sekarang rak buku pun sudah nggak muat. Kalau si rak buku ini bisa ngomong, dia pasti bilang, “Udah deh, jangan nambah penghuni baru. Udah nggak ada tempat nih, hush, hush!”

yang baru selesai disampul | dok. instagram saya
yang baru selesai disampul | dok. instagram saya

Kayaknya saya harus menghindari toko buku atau book fair dan semacamnya. Soalnya sekali masuk toko buku, biasanya pasti ada aja yang dibeli. Sekarang fokusnya adalah nyelesein baca semua buku yang udah dibeli. Iya, maunya sih fokus, tapi nggak tahu lagi, hihihi.

Author: Endah Wijayanti

word carver | web content editor | life traveler | librocubicularist | blogger penulisonline.com

12 thoughts on “Tukang Numpuk Buku”

  1. Persis!! Saya pun kadang begini, kalau udah numpuk kualahan mau baca yang mana duluan. DVD juga suka numpuk😐

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s