Sepertinya “Belahan Jiwa” Itu Sudah Terdeteksi

Ya, ya, ya, sepertinya begitu. Hehe, sepertinya saya memang sudah menemukan “belahan jiwa” saya. Eh, tapi bukan “belahan jiwa” yang itu tapi yang ini.

Sudah tiga bulan saya kembali kerja di kantor. Berangkat pagi (agak siangan) dan pulang sore. Rutinitas sore hari yang terjebak macet pun sudah jadi makanan sehari-hari. Teringat kembali sewaktu masih ngantor di Bandung, bangun tidur grubak-grubuk (saking kesiangannya) dan berangkat kerja dengan mata yang masih ngantuk. Pulang pun lebih sering ketika matahari sudah terbenam. Rutinitas kerja kantoran sepertinya memang hampir sama saja di belahan dunia mana pun (oke, yang ini berlebihan).

sumber: sini
sumber: sini

Meskipun sekarang ngantor dari Senin sampai Sabtu, entah kenapa rasanya tidak terlalu beban buat saya. Beda dengan dulu pas di Bandung yang meski kerja cuma dari hari Senin sampai Jumat, tapi kadang rasanya berat untuk melangkahkan kaki menuju kantor, hehe. Mungkin karena sekarang jadwal ngantor juga nggak harus dateng jam 8 teng (seringnya dateng telat, hihihi) atau harus nunggu bel baru boleh pulang. Selain itu, nggak ada aturan harus pakai baju atau sepatu apa. Dan yang pasti berkutat dengan dunia yang selama ini saya sukai, I-N-T-E-R-N-E-T.

Entah kenapa kalau sudah nyambung ke internet, berjam-jam duduk di depan komputer pun jadi bukan sesuatu yang membosankan. Meski memang baru sadar kalau udah kelamaan ngenet pas mata sudah berkunang-kunang. Saya semakin tertarik mendalami bidang web content editing atau content writing. Adakah yang punya pengalaman di bidang ini? Atau mungkin ada yang bekerja di media online?

sumber: sini
sumber: sini

“Belahan jiwa” itu adalah dunia internet. Dulu sewaktu masih jaman SMP-SMA, saya biasanya suka nongkrong di warnet. Buat apa? Buat chatting, haha, masih ingat kan dengan MiRC? Ya, begitulah, dulu bisa barengan sama temen-temen yang juga doyan ngenet buat nongkrong di warnet habis pulang sekolah. Ah, seandainya dari dulu saya tahu kalau saya pun bisa mendapatkan uang dan pekerjaan dari dunia internet, khususnya media online, pasti saya sudah langsung bisa fokus di sini, hehe.

Meski saya sekarang balik kerja kantoran, keinginan untuk punya kantor sendiri di rumah masih belum hilang. Malah semakin menguat, hohoho. Kalau nanti punya rumah sendiri, harus ada satu ruang khusus buat dijadiin ruang kerja, jadi kerja bisa langsung dari rumah. Sementara ini nabung dulu buat modal nikah, eh buat nanti bisa punya ruang kerja sendiri di rumah.

Author: Endah Wijayanti

word carver | web content editor | life traveler | librocubicularist | blogger penulisonline.com

14 thoughts on “Sepertinya “Belahan Jiwa” Itu Sudah Terdeteksi”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s