Impian Boleh Berubah-Ubah, Kan?

Apa impianmu?

Entahlah, saya bingung. Saya tak tahu pasti. Impian saya berubah-ubah, boleh kan ya berubah-ubah, ya kan ya kan?

Hmm, baiklah. Jadi impian apa saja yang berubah-ubah?

Banyak, ehm, hampir semuanya. Ingin lanjut kuliah ke luar negeri dan pakai beasiswa. Ingin punya usaha sendiri yang bisa dijalani tanpa harus selalu terikat dalam satu tempat dalam kurun waktu yang lama. Ingin membelikan rumah buat ibuk sama bapak. Ingin bisa bantu biaya kuliah adek sampai lulus. Ingin jalan-jalan keliling dunia. Ingin menikah (ups!). Ingin ini ingin itu, banyak sekaliii… Ya, begitulah, kadang bingung mana dulu yang harus diwujudkan.

apa impianmu? (gambar dari instagram @endawia)

Diwujudkan saja semuanya, sekaligus jadi satu.

Tapi kan, tapi kan, itu tidak mudah. Tahun kemarin tinggal selangkah lagi untuk bisa merasakan kuliah di negeri Paman Sam, tapi ternyata masih belum dapat ijin-Nya. Mau ngebangun usaha sendiri, eh akhirnya memutuskan untuk balik kerja kantoran, jadi pegawai lagi (ih, ini kesannya nggak bersyukur banget, ya). Mau jalan-jalan juga, lagi-lagi masih ada prioritas yang rasanya jauh lebih penting, tentang ibuk sama bapak, dan ya kebutuhan-kebutuhan lain. Teman-teman yang lain juga sudah bergerak ke arah mereka masing-masing. Di Facebook, teman-teman banyak yang sudang memposting foto dengan pasangan sah, ada yang memposting foto bayi-bayi mungil, ada yang sudah lanjut kuliah ke luar negeri, ah rasanya kadang ingin tutup mata saja melihat itu semua.

Apa masalahnya kalau begitu?

Masalahnya… masalahnya itu saya bingung, hehe. Kadang masih merasa di awang-awang, masih ragu untuk ambil sebuah langkah baru. Masih ragu untuk mencoba hal baru, duh penakut banget saya ini. Kadang masih saja tenggelam dengan perasaan iri, duh si anu kok sukses duluan, sih, ih kok dia yang ternyata maju duluan… ya, perasaan-perasaan penyakit hati yang kayak gini ini yang bikin saya sebel sendiri.

Jangan-jangan kamu terlalu banyak menuntut?

Bisa jadi juga sih. Saya ingin banyak hal, tapi saya sendiri juga nggak bergerak ke mana-mana. Jadinya, ujung-ujungnya malah mengasihani diri sendiri, heu.

Udah lah, jalani aja yang ada sekarang ini…

Begitu ya? Lalu impian-impian itu? Apa iya, saya harus mengubur impian-impian saya itu?

Ya, jangaaan!

Nah, terus?

Dijalani saja yang ada sekarang ini. Terus melangkah, coba deh ditulis ulang tuh impian-impian. Nggak ada yang salah juga sama memiliki impian. Sah-sah saja. Syukuri yang ada sekarang, jangan takut ikut berbahagia atas kebahagiaan orang lain. Setiap orang punya masa dan momennya sendiri. Toh, nasibmu juga nggak akan berubah kalau bukan kamu sendiri yang mengubahnya, iya kan?

bekerjaran dengan waktu wujudkan impian (@endawia)

Baiklah, baiklah, saya akan tetap bermimpi, mensyukuri semua yang ada, melakukan yang terbaik saat ini, dan terus berjuang untuk mewujudkan impian satu per satu…

This fight of my life is so hard, so hard, so hard
But I’m gonna survive
Oh, oh, these are beautiful times
(Owl City ft. Lindsey Stirling, Beautiful Times)

Author: Endah Wijayanti

word carver | web content editor | life traveler | librocubicularist | blogger penulisonline.com

17 thoughts on “Impian Boleh Berubah-Ubah, Kan?”

  1. mas jampang : kalau ngutip kalimatnya warkop, bermimpilah sebelum bermimpi itu dilarang, hehehe.
    bener tuh, mumpung lagi gratis, ya puas-puasin dah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s