Puas Keliling Nusantara Cicipi Jajanan

Ketika berbagai macam jajanan dan makanan khas nusantara ada dalam satu tempat, rasanya ingin bisa mencicipi semuanya. Eh, belum lagi ada “pesta tempe” yang meriah.  Nggak perlu jauh-jauh untuk mengunjungi tiap kota untuk bisa mencicipi makanan khas kotanya, semuanya ada di sini—di Pagelaran Pangan Nusantara.

alhamdulillah nggak hujan, cuma mendung :))
alhamdulillah nggak hujan, cuma mendung :))

Gara-gara lihat iklan di JTV (TV lokal Jawa Timur) tentang adanya Pagelaran Pangan Nusantara di Lapangan Rampal, Malang yang diselenggarakan hingga tanggal 19 Januari 2014, saya dan ibuk pun langsung berencana untuk ke sana. Hehe, kami memang paling suka mencicipi berbagai makanan unik dan khas dari tiap daerah, pas tahu ada acara itu, ya sayang banget dong kalau dilewatin.

Untuk masuk di area pagelaran pangan, tidak dipungut biaya sama sekali. Saya dan ibuk pun langsung menjelajahi tiap stand yang ada. Setiap stand mewakili setiap kota atau provinsi di Indonesia. Ada banyak makanan khas dan jajanan yang ditawarkan. Sebagian makanan khas tersebut dijual tetapi yang lain ada yang hanya untuk dipajang dan diperkenalkan saja.

ada pia RAKSASA (sayangnya belum boleh dimakan)
ada pia RAKSASA (sayangnya belum boleh dimakan)
berbagai macam buah cantik nan eksotis *tsaaah
berbagai macam buah cantik nan eksotis *tsaaah
Buah Merah di Stand Papua
Buah Merah di Stand Papua
ada perhiasan juga lhooo, coba tebak ini di stand mana? (cluenya adalah ya mutiara ini)
ada perhiasan juga lhooo, coba tebak ini di stand mana? (cluenya adalah ya mutiara ini)

Saya paling suka jika ada yang menyediakan tester gratis untuk produk makanan atau minuman yang dijual, hehe. Lumayan kan bisa icip-icip gratis, mulai dari aneka keripik, brownies, kopi (tanpa gula), dsb. Selain itu juga pastinya, belanja-belanji dong ya. Saya dan ibuk berburu jajanan dan makanan khas unik yang belum pernah kami makan atau cicipi, hehe. Apa sajakah itu? Hmm, ada keripik pare (yang pait itu lho), brem rasa melon (meski waktu dicicipi rasanya nggak melon-melon amat, hehe), brownies terong (yang nggak berasa terong juga), manisan nangka & jambu, beberapa cemilan, sampai beras merah organik. Serunya lagi di pagelaran ini adalah bisa tahu berbagai macam buah yang jarang atau bahkan tidak  bisa ditemukan di Malang seperti buah Mentega, buah Binjai, buah Merah, dan buah seperti tomat yang asam (hihi, lupa namanya). Ada juga stand yang bagi-bagi makanan khas gratis seperti bubur Manado, yang sayangnya saat itu saya dan ibuk datang di saat yang tidak tepat (saat sudah habis).

Pemecahan Rekor Muri Penggorengan Tempe 6 x 9 meter
Pemecahan Rekor Muri Penggorengan Tempe 6 x 9 meter

Ada juga acara pemecahan rekor MURI penggorengan tempe 6 x 9 meter. Bekerjasama dengan para anggota TNI, acara “pesta tempe” ini berlangsung meriah dan juga lucu. Hehe. Semua orang yang hadir dengan setia menunggu tempe yang digoreng oleh para anggota TNI. Baru aja diangkat dari penggorengan dan tidak sempat ditiriskan, semua orang langsung berebut mengambil tempe. Kalau dipikir-pikir sih sebenarnya beli tempe sendiri pun bisa, tapi ya pastinya suasananya beda kalau pas ada acara pemecahan rekor MURI seperti ini.

It's Tempe Party!!!
It’s Tempe Party!!!
bapak ini bahagia banget wajahnya hehe, sepertinya karena berhasil dapet tempe gratisan yang baru selesai digoreng
bapak ini bahagia banget wajahnya hehe, sepertinya karena berhasil dapet tempe gratisan yang baru selesai digoreng

Puas banget keliling-keliling di pagelaran pangan ini. Ada demo masak juga. Selain itu ada pameran alutsista (alat utama sistem senjata), ada tentara yang mendadak jadi model karena diajakin foto terus, hehe. Pastinya juga ada hiburan rakyat di panggung yang cukup megah, dangdut salah satunya.

apa yang sedang kau pikirkan, anak muda? :D
apa yang sedang kau pikirkan, anak muda?😀

Puas bisa menjelajahi semua stand yang ada di akhir minggu ini, apalagi jalan-jalannya sama ibuk, artinya? Artinya ya karena bisa minta dibeliin ini itu dan nggak keluar ongkos (hahaha I’m still my mom’s little daughter).

 

Author: Endah Wijayanti

word carver | web content editor | life traveler | librocubicularist | blogger penulisonline.com

20 thoughts on “Puas Keliling Nusantara Cicipi Jajanan”

  1. ternyata indonesia memang gak perlu import kedelai.🙂 .Indonesia luar biasa…. salam buat orang -orang Malang. orang -orang rampal, sawojajar ;D hehehhehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s