Yogyakarta 3H3M (3)

3 Hari 3 Malam di Yogyakarta, setelah menulis tentang ini dan tempat-tempat yang dikunjungi selama di sana, kali ini waktunya berbagi cerita tentang makanan yang dicicipi selama di Yogya dan oleh-oleh yang dibawa pulang🙂

Oh iya, selama di Yogya, saya menginap di Losmen 105 di Jalan Sosrowijayan. Per malam 100 ribu (satu kamar untuk dua orang) sudah termasuk sarapan. Awalnya, saya ingin menginap di Losmen Famili di Jalan Dagen, sayangnya sewaktu saya telepon, semua kamar sudah penuh. Jatuhlah pilihan ke Losmen 105, dari Stasiun Tugu cukup berjalan sekitar 15 menit dan sampailah di penginapan. Buat saya yang saat itu tujuan utama ke Yogya bukan untuk menikmati penginapan, jadi ya sudah cukup lah dapat kamar dengan kamar mandi dalam serta sarapan.

penginapan sudah termasuk sarapan (nasi goreng dan gudeg)
penginapan sudah termasuk sarapan (nasi goreng dan gudeg)

Gudeg
Belum lengkap ke Yogya kalau belum makan gudeg. Mungkin kalau di Malang, belum lengkap rasanya kalau belum makan bakso. Saat itu saya dan ibu beli gudeg di daerah sekitar pasar Beringharjo. Gudeg dengan lauk ayam goreng, cukup bayar 15ribu rupiah. Saya dan ibu sama-sama merasa terganggu dengan keberadaan pengamen. Makan jadi tidak nyaman sama sekali. Kalau suara pengamennya merdu semerdu Jason Mraz sih oke-oke aja, lha ini? Sempat saya sudah memberi isyarat bahwa saya nggak mau ngasih uang, eh pengamennya masih tetep nyanyi, grrrrh!

sah! makan gudeg di yogya
sah! makan gudeg di yogya

Gelato Artemi
Gara-gara sempat membaca blog tentang gelato di dekat Mall Malioboro, saya pun mencoba mencarinya. Penasaran seperti apa rasanya. Letaknya ada di sebelah utara Mall Malioboro, ada tanda panahnya, jadi nggak mungkin kesasar, hehe. Saya mencicipi gelato rasa mangga, tutti frutti, dan satunya lagi (lupa namanya, pokoknya ada coklatnya). Rasanya? Cukup ringan di lidah, ah buat saya mah es krim itu selalu enak.

yummy!
yummy!

Sop Ayam Pak Min
Ketika berjalan keluar menuju ke halte Prambanan, saya melihat ada warung makan Sop Ayam. Karena juga sudah lapar, saya pun mampir. Kami memesan sop ayam (daging paha). Rasanya? Namanya sop, jadi ya berkuah sop, hehe. Bisa dikasih perasan jeruk nipis bagi yang suka. Kuahnya bening dan cukup segar. Hmm, tempatnya sih bisa dibilang tidak terlalu bersih, tapi jangan tanya pelanggannya. Satu pelanggan keluar, ada pelanggan baru lagi, laris banget ini rupanya. Dan, baru tahu kalau sop ayam Pak Min ini sudah buka cabang juga di Malang.

enak!
enak!

J.Co
Hihihi, saat itu sih saya sama ibu intinya ingin makan yang nggak ada di Malang. Nah, J.Co kan belum ada di Malang, jadilah kami mampir ke J.Co yang ada di Mall Malioboro. Beli donat setengah lusin dan beli Iced Chocolate, dihabisin berdua aja🙂

donat dan coklat, ndut sudah!
donat dan coklat, ndut sudah!

Wedang Ronde Alun-Alun Selatan
Semangkuk wedang ronde seharga 5ribu rupiah cukup membuat perut hangat usai mengelilingi alun-alun selatan. Saya tidak menghabiskan wedang ronde tersebut, karena rasanya kurang “nendang” (apa coba?) hehe.

wedang ronde pink, hehe
wedang ronde pink, hehe

Pecel Beringharjo dan Nasi Kucing

pecel (penampilan kurang menggoda)
pecel (penampilan kurang menggoda) hehe

Lagi-lagi karena penasaran tentang gimana rasanya pecel di Yogya, ibu pun membeli pecel dengan harga 10ribu rupiah per porsi (lauk tempe dan tahu bacem) yang tepat berada di depan Pasar Beringharjo. Rasanya? Menurut lidah saya, rasanya tawar dan manis, hehe.

Ketika menunggu kereta di Stasiun Tugu, ibu pun membeli nasi kucing yang ada di angkringan. Lauknya ada tempe orek, bihun, dan sambal. Untuk pengganjal perut sih ya lumayan ya lah. Lagi-lagi menurut pengalaman lidah saya, rasanya masih kurang sedap. Ibu juga sempat beli mie ayam di pinggir jalan, dan rasanya lagi-lagi hambar (ini “kata” lidah saya lho ya).

nasi "miauw"
nasi “miauw”

Kaos Dagadu Asli dan Bakpia 25
Memang ada banyak pilihan kaos khas Yogya. Di sepanjang Malioboro pun, kita bisa dapat kaos seharga 30ribuan. Saat itu, ibu membeli kaos Dagadu yang asli (beli di Mall Malioboro lower ground depan Gramedia), harganya 75ribu untuk kaos lengan pendek, 85ribu kaos lengan panjang.

Dagadu...
Dagadu…

Sebelum pulang, mampir membeli oleh-oleh mulai dari bakpia, geplak, jenang, hingga permen cicak, hehe.

(Pengen) ke Kota Gede
Suatu hari nanti kalau ke Yogya lagi, ingin bisa berkunjung ke Kota Gede, mampir ke pabrik Coklat Monggo, beli perhiasan perak sekarung (eh?)

Yogya… See you later…🙂

Author: Endah Wijayanti

word carver | web content editor | life traveler | librocubicularist | blogger penulisonline.com

4 thoughts on “Yogyakarta 3H3M (3)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s