Memancing? Seru?

“What is your fishing reason?”
“I did fishing fish.”

“The outcome is the same…eating fish.”
“It’s all you can think. That’s it. Nowadays, people think more about the outcome than how to.”

“But for some people, all they want is the hard old way. Just because they think it is elegant.”
“Some people just think easy until get used to it. At the end, become negligent”

Cuplikan percakapan di atas saya temukan di salah satu scene memancing di film Dear Galileo yang saya tonton kemarin. Saya sendiri awalnya berpikir ngapain sih susah-susah memancing, kalau mau makan ikan kan gampang tinggal beli saja. Hingga akhirnya saya pun mencoba memancing beberapa saat lalu ketika mudik ke rumah nenek.

Mumpung lagi pada libur dan memang nggak ada kerjaan, akhirnya saya diajak memancing sama saudara sekalian silaturahim. Saya, adik, dan dua om (adik dari ibu) pergi memancing ke tempat pemancingan di sebuah ranu di daerah Grati Pasuruan. Cukup jalan kaki dari rumah saudara, kami pun sudah sampai di tempat pemancingan. Per orang cukup bayar 2000 rupiah saja.

mancing5
tetep berangkat mancing meski panas terik

Hehe, mana pernah saya mancing dalam artian benar-benar menggunakan alat pancing. Jadinya nih tangan agak kaku pegang alat pancing. Sempat riweuh juga masang umpan, nyemplungin ke dalam air, merhatiin apakah ada ikan yang mendekat, sampai nyari posisi duduk yang enak.

mancing1

Umpan saya sempat ditarik-tarik ikan, tapi karena saya nggak tanggap sama sekali, akhirnya lepas sudah si ikan. Awalnya saya pikir memancing akan sangat membosankan, eh ternyata jadi tak terasa sudah 3 jam lebih memancing, hoho. Setelah sabar menanti, saya dan adek saya sama sekali tak mendapatkan ikan saudara-saudara, hahaha.

mancing2
sok serius mancing

Kami pun pulang dengan membawa sekitar 8 ekor ikan lou han hasil pancingan om saya. Beberapa orang masih tampak sabar menunggu hasil pancingan mereka. Ada yang baru mendapatkan ikan sangat besar, wah… pasti seneng banget kalau saya yang bisa mendapatkannya. Kan enak ikannya bisa digoreng atau dibakar, apalagi kalau hasi pancingan sendiri.

Tadinya memancing ingin mendapatkan ikan patin, nila, atau mujair. Tapi cuma bisa dapat ikan lou han. Ikan lou han kalau dimasak katanya rasanya nggak enak. Malah ada yang mancing dapat ikan lou han, tapi nggak dibawa pulang tuh ikannya.

Jadi seru kah memancing? Cukup seru juga. Apalagi disuguhi pemandangan yang bikin adem. “Kalau lagi libur kerja, ya mancing aja di sini, rasanya bisa tenang,” kata om saya yang memang hobi memancing dari dulu.

area pemancingan
area pemancingan
mancing4
perahunya terbuat bukan dari kayu tapi dari tong😀

Mungkin bisa dibilang kegiatan memancing ini seperti sebuah kegiatan kontemplatif yang menenangkan. Ketika kepala sudah terlalu bising dengan semua masalah dan hal-hal yang tak mengenakkan, bersabar menunggu ikan mendekat ke umpan yang kita pasang bisa menciptakan sebuah jeda untuk kembali mengurai hal-hal yang tadinya sangat rumit.

Maricing! Mari memancing!
Asal jangan memancing keributan saja, hehe.

Author: Endah Wijayanti

word carver | web content editor | life traveler | librocubicularist | blogger penulisonline.com

9 thoughts on “Memancing? Seru?”

    1. sama kita mbanoni, aku pun ga betah mengerjakan sesuatu yang duduk diem lama gitu kayak memancing, tapi aku pernah mancing di tengah laut waktu liburan ke pulau peucang. itu mah seru soalnya ramean sm temen2 trus dapat ikannya aneh2 hehe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s