Kenapa Bukber? Inilah Alasannya

Setelah tahun lalu, saya tidak ada acara buka bersama dengan sahabat-sahabat saya, alhamdulillah akhirnya kemarin saya diberi kesempatan untuk bisa kembali buka bersama dengan sahabat-sahabat terbaik saya.

Ingin rasanya bisa kumpul semuanya, seperti tahun-tahun sebelumnya. Bagaimana pun juga, saya sangat bersyukur masih bisa berjumpa dengan beberapa sahabat saya ini kemarin. Kami sudah bersahabat lebih dari 10 tahun, semoga akan selalu langgeng sampai nenek-nenek, hehe. Beberapa diantara kami juga sudah menikah dan mempunyai buah hati mereka masing-masing. Saya sih belum tahu bagaimana rasanya ya, hanya saja saya melihat teman-teman saya yang sudah menikah dan melihat bahwa kehidupan mereka jadi makin sibuk dengan kehadiran sang  buah hati, jadi kadang saya sendiri lama tak bertukar sapa dengan mereka karena saking sibuknya mereka.

waktu semuanya  masih pada single, hihihi
waktu semuanya masih pada single, hihihi

Kemarin kami berlima (saya, Atik, Eva, Ika, dan Fitri) mengadakan buka bersama di Pujasera dekat alun-alun Batu. Janji bertemu pukul lima sore, dan yeah… seperti yang sering terjadi, saya datang tepat waktu, yang lain pada datang telat. Saya sempat duduk di area alun-alun Batu menunggu mereka, sembari melihat aksi topeng monyet, hehe. Brrr… saya sempat menggigil kedinginan sendirian menunggu mereka datang.

Beberapa menit sebelum adzan maghrib, satu per satu pun datang. Akhirnya bisa berjumpa dengan mereka lagi. Saat itu ternyata hanya saya saja yang sedang puasa, tiga yang lain sedang kedatangan “tamu”, satunya lagi karena masih harus memberikan ASI intensif, jadi memilih untuk tidak puasa dulu. Hmm… kalau begini, ceritanya saya buka sendirian sedangkan yang lain menemani saya makan bersama, hehe.

akhirnya bisa buka bersama lagi
akhirnya bisa buka bersama lagi

Saling menanyakan kabar, menceritakan hal-hal baru, sambil menunggu makanan yang lama datang. Saat itu kami kebagian di meja paling luar, karena sudah kehabisan tempat. Pesanan kami seragam: nasi goreng (yang pada akhirnya saya merasa bahwa nasi goreng buatan saya jauh lebih enak daripada nasi goreng yang saya pesan, apalagi saat itu telor mata sapinya tidak matang sempurna, hehe saya tidak suka telor yang tidak matang sempurna). Kalau dipikir-pikir apa sih enaknya buka bersama? Toh, cuma acara makan bersama, apalagi di jam buka puasa gini, pasti warung-warung pada rame, males kan antri lama. Well, I have my own reasons.

Menyambung tali silaturahim. Itu pasti. Meng-update kabar-kabar terbaru. Seperti sahabat saya Eva yang sudah memiliki dua bidadari mungil yang sangat cantik. Saat buber kemarin ia membawa serta putri keduanya yang masih berusia 8bulanan, senangnya bisa melihat si kecil yang udah makin gede. Tentang kesibukan masing-masing. Seperti Atik dan Fitri yang berprofesi sebagai guru. Menjadi guru membuat mereka semakin kurus, hehe.

beautiful young ladies :D
beautiful young ladies😀

Mensyukuri berkah Ramadhan. Beda, itulah yang saya rasakan. Meskipun acaranya paling hanya makan bersama, tapi saya merasa ada sesuatu yang lain di dalamnya. Rasanya ada kehangatan yang menyelubunginya, entah apa.

Berbagi kebahagiaan. Di acara bukber kemarin, Eva dengan bidadari kecilnya pulang terlebih dahulu. Tinggal lah kami berempat, para single yang tersisa, hehe. Kami pun mengobrol tentang  banyak hal. Sepertinya sudah lama sekali saya tidak merasakan kebahagiaan mendengar cerita sahabat-sahabat saya. Rasanya kami masih sama saja seperti dahulu, hanya usia saja yang semakin bertambah, hihi. Kembali mengenang masa SMA, kembali mengingat cerita-cerita lalu, serta bercerita tentang harapan dan impian-impian besar yang masih kami perjuangkan. Tawa dan kadang ejekan pun sempat terlontar, hehe.

Sudah hampir pukul setengah 9 malam, saya sudah dijemput bapak untuk pulang, hehe. Kami pun berpisah, insya allah kami akan bertemu di bulan syawal nanti, semoga nanti bisa lebih lengkap personilnya🙂

Big thanks to my best friends, Atik, Fitri, Ika, Eva, wish you were with us too Ana, Mel, & Lusi.

Author: Endah Wijayanti

word carver | web content editor | life traveler | librocubicularist | blogger penulisonline.com

4 thoughts on “Kenapa Bukber? Inilah Alasannya”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s