Caramu Bermimpi

Caramu bermimpi berbeda dengan caraku bermimpi. Kita semua punya cara yang berbeda dalam mewujudkan impian-impian kita. Tapi, ada satu benang merah dari cara-cara bermimpi kita yang berbeda itu, bahwa kita sama…
kita sama-sama berjuang.

Beberapa waktu lalu ketika lagi makan sahur, seperti biasa saya menonton acara di televisi. Saat itu ada acara Sahur Bareng VOA di JTV. Ketika melihat salah satu narasumber acara tersebut, saya merasa cukup familiar dengan wajahnya. Setelah saya perhatikan lagi, ah iya, saya kenal dia. He is a friend of mine, a good and nice one.

Saat ini dia memang sedang menempuh pendidikan di Amerika untuk mendapatkan gelar master. Memang sudah menjadi impiannya untuk bisa mendapatkan gelar S2 dengan jalur  beasiswa di Amerika, and he made it! Di acara Sahur Bareng VOA yang ditayangkan live dari Washington DC itu, dia menjadi salah satu narasumber dengan topik “Ukhuwah Islamiyah di Amerika”. Dia memaparkan pengalamannya menjalankan ibadah puasa di Amerika serta memberikan pandangannya tentang Islam di Amerika.

Ada Artis!!
foto iseng yg juga akhirnya (iseng) saya kirim via email ke dia😀

Saat itu saya menonton acara tersebut sampai habis, hehe nggak pindah-pindah saluran TV, bahkan sempat memotret tayangan televisi itu (dasar iseng, haha). Sempat juga buku “Mengejar Mimpi Indonesia” disebut oleh salah satu host. Buku itu adalah sebuah buku yang saya susun, dan cukup senang akhirnya bisa terbit tahun 2012 lalu

https://carakata.wordpress.com/2012/12/30/buku-pertama-yang-terbit-di-2012/

(meski dalam pencantuman nama penulis di situ, nama saya tidak ditulis lengkap, huhuhu), dan sampai sekrang hampir semua pembaca mengira bahwa dia lah yang menulis keseluruhan isi buku. Mungkin begini rasanya jadi penulis buku biografi ya, yang dikira menulis buku itu adalah tokoh itu sendiri, hehe. Lain kali mau nulis novel aja deh😀

Sore harinya, saya mengirim sebuah email ke dia (dengan menyertakan foto di atas itu) sekalian tanya-tanya kabar di sana. Beberapa hari kemudian baru lah dibalas. Rupanya dia sedang mengikuti Summer Course di Washington dan ditawari untuk menjadi narasumber di acara VOA itu. Dia bilang nggak nyangka bisa jadi artis, haha. Buku ini pun kabarnya akan dicetak lagi karena ada permintaan, akan ada pergantian cover buku katanya.

A good thing about him is he is good at making everyone feel special. Entah disadarinya atau tidak, dia sudah menginspirasi banyak orang. Mengobrol dengannya benar-benar bisa tertular aura optimis dan positif. Saya masih ingat tentang pernyataannnya bahwa jika ia sudah menginginkan sesuatu, dia akan kejar sesuatu itu sampai dapat, kalau jatuh ya bangun lagi. Dan ya, dia sudah buktikan kata-kata itu (dan tampaknya ia tularkan kepada semua pemuda yang dikenalnya).

Di dalam email balasannya, ia sempat menuliskan, “Bismillah Allah bersama orang-orang yang berjuang dalam kebaikan!”
I couldn’t agree more🙂

Reaching one of our biggest dreams takes billions of efforts. Sometimes it is not easy to believe that we can make our dreams come true. But, as long as we hold on it, we are gonna definitely make those dreams come true. I know it’s hard, but who asked you to keep dreaming and believing?

Teringat kembali obrolan dengan beberapa kawan. Lagi-lagi tentang hidup dan impian. Iri melihat kawan lain yang sudah menggapai impiannya, iri melihat yang lain sudah berada jauh satu langkah di depan. Sedangkan diri ini masih di sini, masih sama saja. Semoga memang rasa iri itu bukan bentuk penyakit hati, tapi sebagai salah satu sumber inspirasi.

Mungkin bukan cara kita bermimpi yang penting, tetapi cara kita untuk MEWUJUDKAN impian itu lah yang paling penting. Ya, mungkin, bagaimana menurutmu? Apa impianmu? Sudah sejauh mana kamu berjuang mewujudkan impianmu itu?

Oh ya, teman saya ini namanya Gugun Gumilar (http://gugungumilar.com/) ^__^ *kali aja ada yang mau kenalan*

Author: Endah Wijayanti

word carver | web content editor | life traveler | librocubicularist | blogger penulisonline.com

8 thoughts on “Caramu Bermimpi”

  1. Subhanallah… betul banget jika apa yang di capai oleh Gugun Gumilar benar2 membuat iri dan semoga rasa iri itu bukan penyakit hati tapi sumber inspirasi, amin…🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s