Ketika Para Sulung Berbincang

“Btw, ni semuanya anak sulung kan?” tanya saya ketika mengobrol di grup What’s App dengan dua sahabat saya.
“Aku iyaa sulung. Ada apa dengan sulung, ndah?”
“Iya.”

“Seorang anak sulung yang baik itu gimana ya?”
Kedua sahabat saya pun memberi beberapa jawaban.
“Yang bisa jadi teladan sama contoh buat adik-adiknya. Kamu keliatan berprestasi dikit atau menonjol lah udah jadi.”
“Bisa ngebimbing adik-adiknya, kalau adik nanya-nanya bisa ngarahin ke arah yang benar.”

“Wah kayaknya aku bukan seorang sulung yang baik karena suka meyesatkan adek sendiri hehe,” canda saya.Sahabat saya pun menanggapi, “Wkwkwk. Aku nganggepnya diriku sendiri adalah kelinci percobaan buat diriku sendiri. Dari pengalaman yang aku dapat, jangan sampe adikku ngalamin yang buruk-buruk.”

“Ada suka dukanya jadi anak sulung nggak?”
Dari sisi suka: sering jadi prioritas, pernah ngerasain jadi anak tunggal (meski udah lupa juga gimana rasanya, haha).
Dari sisi duka: kadang mesti ngalah sama adek, jadi panutan (hihihi, poin ini malah dijadikan sisi dukanya).

gambar dari sini

Ya, sama aja kali ya kalau jadi anak tengah atau bungsu juga pasti ada suka dan dukanya. Kalau saya, sukanya jadi anak sulung adalah bisa ngerasain jadi “bos” hihi alias bisa nyuruh-nyuruh adek. Tapi sisi jeleknya adalah saya jadi nggak suka “dibosi” karena udah merasa superior duluan (lha?). Dukanya adalah kadang bingung kalau mau minta saran atau pertimbangan. Misalnya saja dari pemilihan jurusan kuliah dulu. Ibu sama bapak nyerahin semua keputusannya sama saya. Kalau ada kakak, mungkin saya bisa tanya-tanya dan minta pertimbangan dari dia dan minta gambaran tentang dunia perkuliahan. Ya, karena nggak dapat masukan apa-apa, saya pun sering nyemplung-nyemplung tersesat ketika kuliah dulu (apapula bahasa saya ini, wkwkwk).

Alasan saya kenapa memulai obrolan di grup What’s App dengan tema (cieee tema) anak sulung adalah karena ada kegalau gundahan (ish, bahasanya) tentang saya belum bisa menjadi anak yang baik, belum bisa menjadi seorang sulung yang baik. It’s like there something (bigger) I have to do, I haven’t accomplished ‘that thing’. Ya buat self-reminder aja kalau saya perlu lebih banyak melakukan hal-hal yang bermanfaat minimal untuk ibuk, bapak, dan adek saya.

Obrolan di grup What’s App malah berujung pada pernyataan salah satu sahabat saya, “Katanya kalo anak pertama baiknya ‘dapat anak terakhir’ ya? katanya sih,” hihihi sudah bisa ditebak ini pernyataan tentang apa?😀

Author: Endah Wijayanti

word carver | web content editor | life traveler | librocubicularist | blogger penulisonline.com

21 thoughts on “Ketika Para Sulung Berbincang”

  1. Saya juga anak sulung *tunjuktangantinggi*😀 . Jadi anak sulung, ya be yourself aja, adikku malah lebih oke berpendapat atau kasi masukan. Enaknya anak sulung, waktu msh kecil dulu serba dpt yg pertama yg baru dong, anak kedua pakai bekas si sulung😆 . Suami dan saya sama-sama anak pertama ko😉 .

    1. iya saya juga serba dpt yg pertama, tp adek sy jarang pakai bekas (mungkin krn dia cowok, jd barang2 kebutuhan kita berbeda, hihi).
      ibuk sama bpk sy juga anak pertama, hehe, jodoh nggak terletak pada seberapa sulung atau bungsunya ya, mbak🙂

  2. Saya anak bungsu. Wkwkwk… Dari dulu saya kagum sama kakak sulung saya. Tanggung jawabnya sebagai seorang kakak besar banget. Saya ngebayangin ada di posisi dia. Kykna ga sanggup deh. Hihihi….

      1. yes, jiwa kompetitifnya agak “terlalu” ya kadang :p mungkin karna anak sulung sempat merasakan jadi anak tunggal yang dapat perhatian berlebih dr sekitar, pas ada adek langsung berasa gak mau kalahnya keluar😛

  3. saya anak sulung, dan dua adek saya jadi keranjingan anime dan bikin komik gara gara saya. ah, apakah saya jenis kakak yang baik?

    1. Kalau saya justru menyesatkan dibagian nonton film dan main game…
      Ah, kakak yang kurang baik saya mah…
      Sekarang2 malah berasa manjain banget. Semoga yang dicontoh yang baiknya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s