Share: “…Tuhanmu itu Maha Kaya”

Berapa rata2 life expectancy atau harapan hidup orang Indonesia seperti kita? 65, 75 tahun? Terus berapa usia manusia yg pantas disebut ‘prime time’ mereka? Masa keemasan ketika mereka meraih sukses dan impiannya? Pada umumnya sukses dan kemapanan diraih sekitar umur 42 hingga 45. Ada juga yg lebih awal, banyak manusia visioner, kreatif, inajinatif, jenius inovatif yg berhasil membuat terobosan dalam menyiasati hidup dan meraih sukses karir dan finansial pada usia relatif muda.

Idealnya kalian bisa jadi seperti itu. Tapi tak sedikit pula diantara kita yg baru berhasil menggapi ambisi hidup pada umur 50 atau 55 tahun. Contohnya? Ya itu, gurubesar2 yg membaca pidato pngukuhan sambil berdiri terhuyung dan menahan perihnya thematik atau asam urat. Tak ada salahnya kalau memang perjalanan sukses mereka harus demikian. Tapi ingat, meraih kejayaan di usia senja tentu tidak senikmat ketika anda masih belia. Saya punya sobat di luar Jawa. Dia gurubesar yg respectable. Terpandang dan kepakarannya amat dibutuhkan. Kondang sebagai konsultan dan narasumber di berbagai forum ilmiah dan profesional. Sehari2 dikejar uang, rumah kendaraan mewah mengagumkan. Tapi dia hanya bisa makan singkong atau ubi. Dokter mengharamkan daging, kopi, gula dan garam berlebih sebab sobat saya itu sudah dihinggapi macam2 komplikasi.

Jadi mau tak mau kalau pengin hidupmu lebih bermanfaat, barokah dan berarti, kejar dan sergaplah suksesmu lebih dini. Saya yakin kalian dianugerahi talenta, stamina dan potensi. Yang jadi persoalan bukanlah kemalasan atau absennya visi misi. The most serious problem that afflicts you is this: you squander your precious time walking in people’s worn path. You obsess yourself with someone else’s dreams of who you are.

Sederhananya: kalian habiskan waktu yg begitu berharga demi menirukan keberhasilan orang lain. Pengin seperti Ariel NOAH. Pengin kayak Mario Teguh. Pengin seperti Steve Jobs, JK Rowling, David Beckham… Just in case you failed to notice and too blind to realize, Tuhanmu itu maha kaya, maha empunya, serba bisa dan tak ada yg mustahil bagi Dia.

Gambarkan, rencanakan sukses dan prestasimu sendiri. Bentuklah kebanggaan dan kehebohanmu sendiri. Definisikan pencapaian yg sesuai dgn watak, sejarah hidup dan kepribadianmu sendiri. Bentangkan peta hidup dan jelajahilah sendiri dgn jiwa yg bebas dan mandiri, jangan menjiplak sukses orang lain. Boleh saja mereka jadi inspirasi tapi kau yg mutlak pegang kendali. Sebab kau menjalankan visi hidupmu sendiri, kau tak berhutang maaf atas kegagalanmu. Tifak juga berhutang budi pada siapapun atas pencapaianmu.

Tulisan di atas saya copy paste dari status Facebook dosen saya yang kece, hehe.
Hope it inspires you all🙂

Author: Endah Wijayanti

word carver | web content editor | life traveler | librocubicularist | blogger penulisonline.com

4 thoughts on “Share: “…Tuhanmu itu Maha Kaya””

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s