Resepsi Pernikahan = Ajang Reuni

Satu lagi undangan pernikahan seorang kawan dikirimkan ke rumah. Satu lagi kawan saya yang akhirnya mengakhiri masa lajangnya. I’m so happy for you, girl🙂

gambar dari sini

Sehabis maghrib, saya pun berangkat menuju acara resepsi pernikahan kawan saya ini. Sebelumnya juga sempat janjian dengan beberapa teman SMA untuk datang bersama. Surprisingly, saya ketemu dengan beberapa teman SMA yang lain, tidak hanya dengan yang janjian (apalah bahasa saya ini), bahkan ada yang sudah tidak bertemu sejak kami lulus SMA enam tahun yang lalu (hehe, ketahuan ye saya lulus SMAnya tahun berapa).

Pertanyaan pertama yang sering dilontarkan ketika berada di resepsi pernikahan, “Kerja di mana sekarang?” Beberapa teman yang lain ada yang sudah mulai bekerja di PT ini, di sekolah ini, dsb. Saya? Saya dengan mengulum senyum sok manis menjawab, “Di rumah.” Mereka pikir saya hanya becanda, well I’m serious, I’m working at home now. Ah, yah, agak ribet jika profesi saya ini tidak terlalu familiar bagi mereka. Tapi ya sudahlah ya…

Pertanyaan kedua, “Kapan nyusul?” Haish, this annoying question always appears, haha. Yah, doakan saja segera, as simple as that. “Hey you mr.right, where are you right now? where will you appear?” *starting drama* Hehe.

Komentar-komentar lain pun bermunculan. Dari satu teman ke teman yang lain, “Ih, kamu kok makin kurus?” “Dari dulu kamu tetep sama aja ya.” Bla…bla..bla… Memang ada banyak perubahan, tapi saya pikir sifat dasar mereka masih sama.

Ada seorang kawan yang sudah lama tak saya jumpai. Eh, sekarang tahu-tahu sudah punya putri kecil yang lucu dan lincah, saya saja tidak tahu dia nikahnya kapan bahkan sempat menganggapnya dulu hilang ditelan bumi hehe. Dulu rambut kawan saya ini sering dipotong pendek dan agak tomboi. Tapi sekarang rambutnya panjang. Ehm, tapi tetep aja sih cerewetnya nggak ilang-ilang dari dulu. Atau mungkin jadi makin cerewet karena sudah punya momongan, hehe.

Seorang kawan yang lain kini “berubah penampilannya” bahkan ada yang sempat entah kaget atau takjub, hehe. Kawan saya ini kini berjilbab, berkerudung panjang hingga pinggang. Waktu SMA dulu memang tidak berkerudung, dan setelah ia mengajar di sebuah sekolah islam, ia kini berkerudung panjang tidak hanya saat di sekolah tetapi juga dalam kehidupan sehari-harinya. Ia tampaknya sempat merasa tak nyaman ketika ada teman yang kaget dengan penampilannya, saya pun hanya bilang, “Ya kalau perubahannya ke arah yang lebih baik, kenapa nggak.”

Setelah berfoto bersama dengan pengantin, saya pun pulang. Ah, rasanya baru kemarin saya duduk satu kelas dengan kawan-kawan saya ini. Rasanya baru kemarin bisa ngegosip di dalam ruang kelas. Seperti baru kemarin saya belajar bersama mereka di ruang kelas dan saling contek (eh?). Time flies, I can’t deny that🙂

Author: Endah Wijayanti

word carver | web content editor | life traveler | librocubicularist | blogger penulisonline.com

14 thoughts on “Resepsi Pernikahan = Ajang Reuni”

  1. jangankan waktu ketemu pas nikahan temen, waktu ngobrol di sos med ajahh sering di tanya “kapan kawin”??? hahahahahaa. bahkan ada yg berbaik hati langsung sms dan cuma tanya itu tok. huaakakakaka~~😀

    sepertinya kita main di drama yg sama—-> “Hey you mr.right, where are you right now? where will you appear?” *starting drama* Hehe.” hahahha😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s