Sia-sia Perempuan Sekolah Tinggi

“Untuk apa perempuan sekolah tinggi-tinggi, kalau toh akhirnya akan jadi ibu rumah tangga saja yang merawat anak dan suami… Nggak usah sekolah tinggi-tinggi pun, perempuan bisa tetap jadi ibu rumah tangga.” Hhh! Saya ikut sebal kalau mendengar masih saja ada orang yang memiliki mindset yang seperti itu. Seakan-akan tidak ada gunanya perempuan mendapatkan pendidikan tinggi. Hei, perempuan berhak (atau bahkan wajib) mendapatkan pendidikan tinggi dan berkualitas kan!

Seorang sahabat saya yang kini sudah menjadi ibu sempat merasa galau, atau mungkin sebal lebih tepatnya. Di status Facebook-nya, ia mengatakan yang intinya ia akan buktikan bahwa keputusan melepaskan pekerjaannya demi merawat buah hati adalah yang paling tepat. Dia tampaknya merasa risih dengan anggapan orang bahwa pendidikan S1-nya jadi sia-sia hanya karena gelarnya tak ia gunakan untuk mendapatkan pekerjaan.

gambar dari sini

Awalnya, ia menjadi seorang guru. Kemudian, setelah menikah dan alhamdulillah tak lama kemudian ia melahirkan buah hati pertamanya, ia mantap melepaskan pekerjaannya itu. Ia ingin merawat sang buah hati dengan lebih baik. Jadi, apakah sia-sia gelar S1-nya? Saya pikir tidak sama sekali. Justru ia akan menjadi seorang ibu hebat dan luar biasa. Ia akan mencurahkan tenaganya untuk selalu memberikan yang terbaik untuk sang buah hati. Bahkan, ia akan menjadi seorang pendidik profesional agar sang buah hati bisa tumbuh dan berkembang dengan optimal. Tak ada yang sia-sia dari ilmu yang didapatkan.

Sekolah, kuliah, kerja, dapat uang, hmm… masih banyak masyarakat yang memiliki pola pemikiran bahwa tujuan utama kuliah adalah agar nantinya bisa bekerja lalu dapat uang lebih besar dan “membayar hutang” atas uang yang sudah dihabiskan di bangku sekolah dan kuliah.  Pendidikan tinggi bukan semata-mata agar bisa mendapatkan uang yang lebih banyak atau malah “balas dendam” atas uang yang sudah dihabiskan selama kuliah. Saya bersyukur memiliki orang tua yang selalu mengedepankan pendidikan anak-anaknya. Jadi, bagi saya, pendidikan sangat lah penting dan sama pentingnya untuk laki-laki dan perempuan. Tak semata-mata agar menjadi kaya secara materi, tetapi mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik.

Bukankah, setiap manusia yang berilmu akan ditinggikan derajatnya oleh Sang Pemilik Semesta…🙂

Author: Endah Wijayanti

word carver | web content editor | life traveler | librocubicularist | blogger penulisonline.com

18 thoughts on “Sia-sia Perempuan Sekolah Tinggi”

  1. ga ada yg sia sia menurutku.. hidup itu pilihan, tergantung kita mau pilih yg mana…mau kerja atau jd ibu rmh tangga…tp anak yg di didik dg ibu rmh tangga beda kehidupannya loh dg anak yg ibunya kerja..aku contohnya.ada ibu berarti ada kasih sayang yg buaaaanyyaaaakkk…

  2. Betul! setuju banget; akalu melihat realitas di sekitar terlihat sekali bagaimana perbedaan pola asuh anak dari ibu yang memiliki jenjang pendidikan tinggi dengan yang [maaf] lulusan SMU.

  3. betul mbak, nggak ada yang sia2 dengan apa yang kita peroleh dari bangku kuliah meskipun jadi ibu rumah tangga,karna kuliah tidak hanya untuk mencari gelar untuk bekerja,tapi juga untuk mencari ilmu…

  4. Meskipun sekolahku gak tinggi, tapi aku setuju kalo cewek harus setinggi mungkin sekolah/ mencari ilmu. Masa enak sih menggantungkan hidup ke seseorang meskipun itu suami sendiri, kalo terjadi apa- apa *knock on the wood*, lagi- lagi kita yang harus berusaha sendiri toh . Dan setidaknya dengan berpendidikan tinggi itu bisa tahu bagaimana cara bersosialisasi.

    1. yaps, jadi cewek tangguh harus mandiri😉
      (kalau nanti) saya berumah tangga, saya tidak mungkin bisa menggantungkan semuanya ke suami, jadi harus saling mendukung satu sama lain & pendidikan yg didapat pasti akan sangat membantu untuk hidup lebih baik…

  5. Sebenernya untuk S1 gak bisa disombongin juga sih.. menurutku, untuk jadi ibu rumah tangga pun, S1 itu perlu karena di S1 yang terpenting adalah cara berpikirnya apa pun jurusannya.

      1. nah itu dia, menurutku S1 itu standar pendidikan minimal utk jaman skarang, karena pembentukan cara berpikir ya pas kuliah kan?
        misalnya mengemukakan pendapat harus ada dasarnya, bagaimana berlogika, proses berpikir mulai dari definisi, bagaimana cara berdiskusi.. ya kan?
        mau kuliah jurusan apa pun, yang penting harus dapet cara berpikir itu😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s