Presentasi Beasiswa Fulbright AMINEF

Pagi tadi teman saya memforward sebuah email tentang jadwal presentasi Beasiswa Fulbright AMINEF di Malang. Presentasi dijadwalkan dari tanggal 13-15 Maret di kampus-kampus Malang. Hari ini (tanggal 14 Maret) presentasi dilaksanakan di UIN Maulana Malik Ibrahim dan Univ. Muhammadiyah Malang (UMM). Saya pun memutuskan untuk hadir di aula BAU UMM dari pukul 1 siang hingga 3 sore. Kebetulan juga jarak rumah ke UMM cukup dekat (hanya dengan naik angkot 1 kali saja, hehe).

Presentasi Fulbright AMINEF di UMM
Presentasi Fulbright AMINEF di UMM

Sekitar pukul 13.10 saya sudah tiba di aula. Saat itu masih belum banyak peserta yang hadir. Datang sendirian ke sebuah acara bukan lagi masalah buat saya. Saya pun dengan “sok pede” duduk di barisan depan yang masih sepi. Sambil menunggu presentasi dimulai, saya makan kue dari panitia dan menonton tayangan tentang testimoni orang-orang Indonesia yang belajar di Amerika. Ah, saya jadi makin ingin  bisa  menginjakkan kaki di sana. Come on Allah, I’m simply one step closer to reach that country, please…fly me there!

Pukul 13.41, presentasi pun dimulai. Saat itu ada Pak Piet Hendrardjo (Deputy Executive Director AMINEF) dan Pak Suparto. Pak Piet yang sudah puluhan tahun menangani program beasiswa ini lah yang memberikan penjelasan singkat dan jelas tentang program-program beasiswa Fulbright ini. Detail program-program beasiswa lengkap bisa langsung dilihat di http://aminef.or.id

Slide pertama: Take Control of Your Future
Well, I couldn’t agree more🙂

Beliau menjelaskan tentang alasan memilih Amerika sebagai negara tujuan untuk melanjutkan pendidikan. Pertama, 13 pejabat tinggi di negara juga sempat mengenyam pendidikan di Amerika. Kedua, 70% hadiah nobel di bidang Ekonomi dipegang oleh Amerika. Ketiga, ada 4.500 jumlah perguruan tinggi di Amerika yang terakreditasi.

Education is a slow moving but a powerful force.
-James William Fulbright

Ada kurang lebih 300 beasiswa yang diberikan setiap tahun. Bahkan, menurut Pak Piet, kemungkinan untuk bisa lolos beasiswa Fulbright ini adalah 1:3. Syarat umum agar bisa lolos beasiswa: aktif di masyarakat, IPK, kemampuan bahasa Inggris, paham budaya bangsa, dan ada komitmen kembali ke Indonesia. Syarat khususnya tergantung program yang diambil

Salah satu hal yang saya garis bawahi dari presentasi Fulbright ini adalah pentingnya Study Objective. Study Objective yang ditulis dalam 1 halaman ini memiliki peranan yang sangat penting dalam aplikasi. Menulis panjang dan mengarang indah jauh lebih mudah daripada menulis sebuah paragraf yang padat dan berisi. Saya sendiri kadang masih kewalahan untuk bisa menulis dengan baik yang tak bertele-tele.

Secara garis besar, ada 5 hal yang perlu diperhatikan dalam membuat Study Objective (seperti yang disampaikan oleh Pak Piet). Pertama, cari informasi setidaknya 5 universitas yang menawarkan program yang akan kita ambil. Dengan begitu, kita bisa ada gambaran lebih jelas tentang program yang akan kita ambil. Kedua, uraikan program yang akan diambil dengan padat. Ketiga, penjelasan tentang bagaimana bidang studi yang akan kita ambil cocok dengan latar belakang pendidikan. Keempat, alasan mengapa harus ke Amerika untuk mengambil bidang studi tersebut di Amerika. Kelima, penjelasan tentang cita-cita dan keterlibatan dalam pengembangan masyarakat.

Pak Piet menyampaikan bahwa berhubungan dan berkomunikasi dengan profesor juga sangat penting. Umumnya profesor di luar negeri punya dana yang sangat tinggi untuk melakukan penelitian. Jika kita bisa berhubungan dengan profesor, ada kemungkinan profesor tersebut menawari kita untuk menjadi asistennya dan tentu saja ada tunjangan yang diberikan.

Di sesi tanya jawab, ternyata ada seorang peserta yang sudah mencoba beasiswa S2 AMINEF sebanyak 3 kali dan belum berhasil. Ada juga seorang guru bahasa Indonesia yang merasa peluangnya sangat kecil bisa ikut di program-program beasiswa yang ditawarkan (karena kebanyakan program yang ditawarkan adalah untuk guru bahasa Inggris).

Proses untuk mendapatkan beasiswa S2 dari pengiriman aplikasi hingga akhirnya berangkat ke Amerika sekitar 1 tahun. Mulai dari seleksi administrasi, wawancara, penerimaan, tes TOEFL IBT & GRE/GMAT, menunggu keputusan diterima/tidaknya di universitas, hingga terbang ke Amerika. Pastinya juga masih ada medical check up dan wawancara visa. Ya, siapa tahu saya nantinya bisa ikut program S2 AMINEF jadi bisa lebih disiapkan jauh-jauh hari, hehe.

Sebelum pulang, saya sempat berjumpa dengan dua teman kuliah saya dulu. Yang satunya sekarang menjadi dosen ESP (English for Specific Purpose) di UMM. Satunya lagi menjadi tenaga pengajar bahasa Inggris di SMA N 3 Malang. Saya? Hehe, salah satu teman saya tampaknya cukup terkejut ketika saya bilang kalau saya bekerja di rumah saja sekarang😀
Hmm, I’m still struggling to reach my biggest dreams though.

Author: Endah Wijayanti

word carver | web content editor | life traveler | librocubicularist | blogger penulisonline.com

6 thoughts on “Presentasi Beasiswa Fulbright AMINEF”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s