Blusukan (4): Coban Kakek Bodo


Kunjungan ke Coban Kakek Bodo waktu itu sebenarnya tidak disengaja. Setelah kondangan ke salah satu teman dari teman saya (lha?), kami pun menyempatkan diri untuk mampir ke Kakek Bodo usai kondangan. Sebenarnya lokasi air terjun ini tidak terlalu jauh juga dari Coban Dlundung dan Coban Putuk Truno. Air terjun ini terletak di Tretes, Prigen, Jawa Timur. Akses untuk menuju lokasi sangat mudah. Dari areal parkir, kita tinggal mengikuti jalan yang sudah ada. Karena saya datang pada hari libur, jadi ya merasa tidak terlalu nyaman karena sesak melihat banyak orang.

Kenapa dinamakan Kakek Bodo (The Stupid Grandpa, hehe)? Konon katanya ada seorang pembantu rumah tangga yang tinggal di keluarga Belanda. Ia pun kemudian ingin menyucikan diri dan meninggalkan masalah keduniawian dengan bertapa. Karena sikap si kakek itulah, keluarga Belanda menjulukinya kakek yang bodoh (bodo).

1

Makam Kakek Bodo sampai sekarang masih dikeramatkan, dan kita bisa menemukan makam sang kakek tak jauh dari lokasi air terjun. Ketinggian air terjun ini sekitar 50 meter. Hmm, saya kurang menikmati air terjun ini karena, sekali lagi, terlalu banyak orang. Bahkan ada segerombolan pemuda yang mandi beramai-ramai dan ganti baju beramai-ramai di dekat lokasi air terjun, haiyah! 

3
dipadati banyak pengunjung
2
Coban Kakek Bodo

Sepanjang perjalanan dari areal parkir ke lokasi air terjun, ada banyak penjual makanan dan minuman. Jadi, jangan khawatir dehidrasi atau kelaparan. Di sebuah titik, kita akan disapa dengan segerombolan monyet. Jika tidak hati-hati, monyet-monyet itu bisa merampas apa saja yang ada di dalam genggaman kita.

Air terjunnya sendiri tidak terlalu deras. Biasanya kalau mengunjungi air terjun, saya menyempatkan untuk nyemplung di sungainya. Tapi saat di Coban Kakek Bodo ini, keinginan saya untuk ikut nyemplung saya urungkan. Selain airnya yang sudah keruh, sampah-sampah berserakan, padatnya pengunjung yang ada saat itu membuat saya tak berlama-lama menghabiskan waktu melihat air terjun itu.

Author: Endah Wijayanti

word carver | web content editor | life traveler | librocubicularist | blogger penulisonline.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s