Rindu Suasana Itu

Langit biru. Pohon-pohon hijau. Obrolan dan candaan bersama kawan-kawan tercinta. Peluh keringat setelah berjalan berjam-jam. Menerobos semak-semak. Menyeberangi sungai dangkal. Menikmati udara beraroma pinus. Menjejak lumpur.

Bersantai menikmati air terjun. Mendengarkan derunya yang menyejukkan. Menenggelamkan kaki lelah ke dalam air yang dingin. Memejamkan mata membiarkan titik-titik air terjun membasahi wajah. Melihat kilasan pelangi dari biasan cahaya.

Betapa saya sangat merindukan suasana itu.

Author: Endah Wijayanti

word carver | web content editor | life traveler | librocubicularist | blogger penulisonline.com

4 thoughts on “Rindu Suasana Itu”

  1. aku kapan ya terakhir merasakan ituuuu “membiarkan butiran air terjun membasahi wajahku yg menengadah kelangitt” …rasanya sejukkkk dan menyegarkan hehhe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s