Minggu Pagi

But things just get so crazy, living life gets hard to do
Sunday morning, rain is falling and I’m calling out to you
Singing, “Someday it’ll bring me back to you.”
Find a way to bring myself back home to you
[Sunday Morning, Maroon Five]

Terbangun di sebuah pagi. Ah, hari ini hari Minggu. Kau kembali meringkuk ke dalam selimut tebalmu, toh, di luar juga masih hujan. Ingin kembali tidur terlelap, tetapi entah kenapa tiba-tiba ada banyak suara berdentam di kepalamu. Ada apa ini?

Kau teringat lagi tentang masa lalumu. Beribu pengandaian kau lontarkan dan satu penyesalan tersembul dari setiap pengandaian itu. Tak ada yang kau banggakan dari masa lalumu. Bahkan, jika kau memiliki sebuah kunci dan kotak berlapis baja, ingin rasanya kau  masukkan semua masa lalu itu ke dalamnya, menguncinya, dan membuangnya ke lautan. 

Kau terbayang lagi tentang impian masa depanmu. Kali ini kau malah menutup kepalamu dengan selimut dan semakin beringsut ke dalamnya. Dahulu banyak impian yang kau rangkai. Namun, satu per satu impian itu berguguran bak bintang jatuh yang melintas cepat dan menghilang. Yang tertinggal hanya rasa takut. Yang ada hanyalah sebuah kesimpulan, “Sebuah mimpi tak jauh beda dengan sebuah torehan luka baru.”

Suara-suara di kepalamu berdentam semakin keras. Beberapa suara tampak memprotes suara yang lain. Kepalamu makin pusing. “Biarkan aku tidur lagi. Ini kan hari Minggu, toh, di luar juga masih hujan,” teriakmu.

Sampai berapa lama? Tanya sebuah suara. Aneh, lirih, tapi sangat jelas.

Apa? Kau balik bertanya. Bingung lebih tepatnya, tak menyangka suara itu muncul dari  kepalamu sendiri.

Sampai berapa lama?

Kau terdiam. Kau tahu maksud dari pertanyaan itu sebenarnya.

Suara itu menunggu jawabanmu.

Sampai berapa lama? Kau malah mengulang pertanyaan itu pada dirimu sendiri. Kau bangkit dari tidurmu. Untuk pertama kalinya kau buka jendela kamarmu setelah bertahun-tahun tinggal di balik selimut. Iya, di luar masih hujan dan hari ini hari Minggu.

Cukup sampai di sini, jawabmu.

Hari ini akan menjadi hari paling cerah karena aku hidup pada hari ini, katamu lagi.

 

 

 

Author: Endah Wijayanti

word carver | web content editor | life traveler | librocubicularist | blogger penulisonline.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s