Anak dan Pornografi

Sewaktu memberi les tiga anak SD kelas 4 dan 5 di rumah, saya merasa risih ketika mereka suka menyanyikan lagu dengan lirik yang tak senonoh. Sewaktu saya tegur, mereka hanya menjawab, “Lha liriknya emang gini. Mboh siapa yang bikin. Lagunya ngawur,” jawabnya sambil cekikikan. Lha? Udah tahu liriknya ngawur, kok masih juga dinyanyikan? Protes saya. Mereka pun malah makin menggila menyanyikan lagu-lagu itu. Haish!

Saya sendiri malah tidak pernah mendengar lagu-lagu aneh yang mereka nyanyikan itu. Entah darimana mereka mendapatkan lagu itu dan hapal! Selain itu mereka suka iseng-iseng menggambar anggota tubuh yang vulgar. Kamus bergambar berbahasa Inggris mereka pun penuh coretan. Coretan terbanyak ada di gambar-gambar yang berkaitan dengan tubuh wanita dan laki-laki, dan juga pakaian dalam wanita. Saya hanya bisa geleng-geleng kepala.

Dari pengamatan saya, mereka tahu bahwa lagu yang mereka nyanyikan mengandung unsur pornografi. Namun, mereka hanya menganggapnya sebagai hiburan dan lucu-lucuan semata. Sekali ditegur, mereka mengulanginya lagi. Belum lagi baru-baru ini ada sebuah lagu dangdut yang populer dengan liriknya  yang amat sangat vulgar. Suatu kali saya pernah naik angkot, sang sopir sempat menyetel lagu dangdut itu keras-keras, padahal di dalam angkot juga ada anak-anak. Sang sopir malah asyik mengikuti lirik lagu itu. Saya merasa tidak nyaman sendiri.

Sepertinya memang harus ada edukasi yang tepat dari sekolah atau setidaknya dari orang tua sendiri tentang hal-hal berbau pornografi ini. Mana yang baik dan mana yang tidak, ah, kadang semuanya jadi tercampur dan malah menjadi bahan becandaan.

Author: Endah Wijayanti

word carver | web content editor | life traveler | librocubicularist | blogger penulisonline.com

19 thoughts on “Anak dan Pornografi”

  1. jaman sekarang susah ngawasin anak2 itu, lolos dr rumah di sekolah, lolos dr sekolah di jalanan … memang peran penting guru dan orang tua menurutku sangat dibutuhkan sekali untuk mendidik mereka mengerti dan memahami, bukan hanya untuk melarang …
    salam kenal sis🙂 thx udh mampir yah

  2. Pada suatu siang saya masuk ke sebuah warnet yang tidak jauh dari sebuah sekolah dasar. Beberapa menit di dalam warnet, saya mendengar beberapa anak cekikan di samping saya. Sengaja saya berdiri untuk mengingatkannya agar tidak ramai. Betapa kaget saya ketika melihat layar monitornya: tiga anak SD yang masih berseragam itu melihat jelas-jelas gambar porno. Saya langsung tegur, “Hei, melihat apa itu?!” Mereka kaget, sampai-sampai ingin menutup tampilan monitor dengan mousenya tapi ga bisa-bisa.

    1. saat ini memang semakin sulit mengontrol anak-anak. kecanggihan teknologi dan makin mudahnya mengakses internet benar-benar menjadi pisau bermata dua.
      terima kasih sdh berkunjung.

  3. Ngeliat polah anak-anak usia sekolah di angkutan umum aja saya sudah miris.. Mudahnya akses pornografi sekarang benar-benar membuat generasi muda sangat gampang ‘terperangkap’

  4. Sebenarnya tidak ada yang namanya pornografi, kita lahir dan mati telanjang, mandi juga telanjang. Dan untuk anak2 tidak dapat diberitahukan bahwa ‘pornografi’ tersebut adalah salah, bahkan untuk becanda, karena anak2 juga perlu tahu organ seksualnya. Anak2 juga perlu tahu edukasi bahwa seks, alat kelamin, nama alat kelamin, bahkan pengucapannya pun mereka perlu tahu. Tidak salah jika seorang anak menggambar alat kelamin, bukankah Tuhan mendesain/menggambar alat kelamin di tubuh kita, lalu apakah Tuhan jorok?🙂 .Cuman perlu edukasi untuk aplikasi mengenai pengetahuan seks itu.
    Ini sekadar opini sekaligus sharing dari informasi yang saya dapat dari media.
    Nice posting. no offense. tetep menulis Endaah😀

    1. You should try to be in my position facing the children then.
      Thx for the comment
      although it’s bit philosophical for me & I never have any intention to judge God.

      1. iya, gak mengarah, to judge God…, tapi saya beropini cuma mencoba mengenalnya lebih jauh aja~ #imho , kalo kamu beropini berbeda, thats oke, aku menghargaimu :* hahaha… just relax🙂

    1. maaf kalau mungkin interpretasiku salah tentang komenmu sebelumnya & sorry if you get irritated with my reply, I do respect your opinion.
      mungkin poin tulisanku aja yg kurang kuat, tentang pentingnya edukasi yg tepat untuk anak-anak, children have to right to know what pornography is and our job is to give them the right understanding.

      1. hahaha, enggak… Lhah kayak gak pernah kenal aku aja, big No girl, hal ini udah biasa. Dan mungkin akan terulang lagi ke depannya😀 Coba baca komen2 di yahoo.news, tempo.co , kompas. com ..banyak perbedaan di sana tentang opini… tak ada benar atau salah di sana, tapi menjadi salah ketika seorang memaksakan opininya. You’re in the right way, girl.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s