Sepeda “Made in China”

Sewaktu SD saya sering diantar bapak berangkat ke sekolah dengan sepeda “Made in China”. Apa itu sepeda “Made in China”?

Sepeda itu adalah sebuah sepeda jengki (pancal) yang memiliki logo Phoenix. Saat itu saya menyebut sepeda jengki itu dengan sepeda “Made in China” karena ada tulisan itu di salah satu palang besinya. Cara membacanya pun ya ma-de-in-ci-nahehe saat itu saya tidak tahu cara membaca yang sesuai dengan pengucapan bahasa Inggris dan saya pun tak tahu artinya. 

Sewaktu SD, saya sering datang sangat pagi, bahkan ketika petugas sekolah belum datang. Jadi, saya akan menunggu kelas dibuka sambil duduk di bangku yang ada di depan kelas sendirian. Bapak sering mengantar saya ke sekolah pagi-pagi sekali, meski jarak dari rumah ke sekolah waktu itu hanya sekitar satu setengah kilometer saja. Dengan sepeda jengki Phoenix itu, bapak juga sering mengajak saya berkeliling. Meski pantat sakit karena tempat duduk tidak diberi bantalan, saya merasa cukup senang bisa dibonceng bapak berkeliling.

Dulu sepeda motor merupakan barang yang sangat mewah. Hanya ada beberapa tetangga yang memiliki sepeda motor. Pertama kalinya bapak membeli sepeda motor itu ketika saya (kalau tidak salah) duduk di bangku kelas 4 SD. Sepeda motornya pun bukan yang bagus dan baru. Sepeda motor itu merupakan sepeda motor bekas dan suaranya sangat berisik. Dari jarak beberapa meter, suara sepeda motor bapak sudah bisa langsung dikenali saking berisiknya, hehe. Ada tetangga yang nyinyir mengomentari suara sepeda motor bapak yang berisik. Tapi, ya mau diapakan lagi.

Saya lupa bagaimana nasib sepeda jengki Phoenix itu. Sepertinya memang sudah dijual. Meskipun sepeda itu sudah tidak ada lagi, tetapi kenangan dibonceng bapak masih melekat kuat di pikiran saya.

Penampakan sepeda “Made in China” itu kira-kira seperti INI.

 

Author: Endah Wijayanti

word carver | web content editor | life traveler | librocubicularist | blogger penulisonline.com

5 thoughts on “Sepeda “Made in China””

  1. Sepedah….sesepedahan … Teteh mah kalau cuaca bagus, kemana2 naek sepedah, eehh kalau ngga terlalu jauh sih hehehe
    Mas Tri jg ke kantor pake sepedah, coba ya di Bandung/Indo dibuat nyaman buat yg menggunakan spedah, ngga bakalan macet banget kayanya.

    1. iya teh pasti menyenangkan bisa naik sepeda buat ke tempat-tempat yang nggak terlalu jauh. dulu saya juga punya sepeda buat maen-maen keliling kompleks, tapi udah dijual krn rusak dan belum pernah beli lagi sampe sekarang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s