Terpeleset

Sret! Buk!
Sudah berhati-hati, eh masih aja bisa terpeleset. Sakitnya sih nggak seberapa tapi malunya itu lho.
Kemarin sore saat hujan, saya berjalan kaki melewati trotoar. Saya tidak memperhatikan kalau trotoar itu tidak hanya miring tetapi juga berlumut. Alhasil,ketika saya berjalan di atasnya, saya terpeleset karena licin dan jatuh. Ah, malunya.
Saya terpeleset jatuh terduduk dengan tetap menggenggam payung. Saya pun langsung bangun dan membersihkan baju saya yang kotor. Saya sama sekali tak berani mengangkat kepala saking malunya. Pasti ada orang yang tertawa melihat saya, jadi saya langsung lanjut berjalan dengan lebih cepat tanpa menengok kanan kiri.

Terpeleset memang tidak mengenakkan. Di kala kita sudah merasa aman dan berhati-hati, eh ada saja hal-hal kecil yang tidak kita perhatikan. Sekalinya luput, tahu-tahu sudah terjatuh saja. Lain kali saya memang harus lebih berhati-hati lagi.

Author: Endah Wijayanti

word carver | web content editor | life traveler | librocubicularist | blogger penulisonline.com

2 thoughts on “Terpeleset”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s