Meneladani Rasul, Belajar Mandiri

Mengutip sebuah status dari kawan di Facebook:

Belajar Kemandirian dari Rasulullah

# Usia 6 tahun sudah jadi yatim piatu
# Usia 9 tahun sudah mulai jadi employee (pekerja) dengan menggembala kambing.
# Usia 12 tahun menjadi self employee (magang) dengan rekor lawatan bisnis ke luar negeri seperti Syam dan Syiria.
# Usia 17-25 tahun diperebutkan banyak investor karena keahlian bisnis dan kredibilitas yang sangat mengagumkan. Salah satu investornya adalah Siti Khadijah.
# Mengunci kata “Al-Amin”, pemuda jujur nan terpercaya. Sebuah gelar informal yang tak pernah tertandingi.
# Berani menikah muda di usia 25 tahun, dalam sebuah riwayat maharnya 100 ekor unta merah
# Setelah menikah, kerajaan bisnisnya semakin dahsyat menggurita. Muhammad seorang manajer yang ahli didukung oleh istri seorang investor kaya raya nan solehah.
# Sekitar 25 tahun lamanya membangun kredibilitas sebagai seorang pengusaha sukses, baru 23 tahun setelah itu menjalani masa kenabian. (Dikutip dari buku “Muda Karya Raya”)

Saya sendiri masih dalam proses untuk bisa lebih mandiri. Banyak hal yang belum bisa saya lakukan, khususnya untuk kedua orang tua saya. Seharusnya di detik ini saya sudah bisa benar-benar mandiri dan setidaknya bisa sedikit saja tak bergantung lagi pada keduanya. Semoga momen Maulid Nabi kali ini menjadi sebuah pengingat untuk kembali meneladani Rasul.

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ala ‘aali Muhammad

Author: Endah Wijayanti

word carver | web content editor | life traveler | librocubicularist | blogger penulisonline.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s