Membuat Paspor Baru dalam “Setahun”

siap berkeliling dunia :D

Tahun 2013 ini saya awali dengan memiliki paspor. Saya menghabiskan waktu selama “setahun” untuk membuat paspor baru ini, hehe, karena saya membuatnya mulai dari tanggal 26 Desember 2012 dan selesai tanggal 9 Januari 2013. Paspor ini saya buat di Kantor Imigrasi Malang. Awalnya saya sudah mendaftar secara online, tetapi setelah sampai di Kantor Imigrasi Malang, saya pun ternyata masih harus tetap mengantri. Jadi, sepertinya percuma juga mendaftar secara online.

Dokumen yang saya siapkan saat itu, antara lain foto kopi akte kelahiran, foto kopi kartu keluarga, dan foto kopi KTP (yang difotokopi di kertas A4). Namun, setelah petugasnya tahu kalau saya sudah lulus S1, jadinya saya disuruh menambahkan foto kopi ijazah S1.

Tanggal 26 Desember 2012
Saya sampai di kanim Malang sekitar pukul 07.30. Awalnya bingung harus ngapain dulu. Akhirnya, saya pun melihat orang-orang yang ada di sekeliling saya. Oh, rupanya saya harus membeli formulir dulu. Saat itu petugas belum datang, jadi saya hanya ikut dalam barisan antrian. Formulir pengajuan paspor ini bisa dibeli di sebuah loket yang terletak di belakang Kopim. Saat itu harga paket formulir, map hijau, dan materai itu (kalau tidak salah) Rp. 15.000. Langsung saja isi semuanya sesuai dengan panduan yang tertempel di mading yang ada di sana. Kemudian saya masuk ke dalam kantor dan memberikan map hijau saya kepada petugas yang akan memberikan nomor antrian.

Jadi, petugas akan memanggil nama kita satu per satu. Petugas akan mengecek dokumen kita dan kita disuruh memperlihatkan dokumen asli kepada petugas. Jika sudah, kita tunggu sebentar lagi dan kemudian nomor antrian akan dipasangkan di map hijau kita. Setelah itu, kita harus menunggu nomor antrian kita untuk dipanggil.

antri untuk menyerahkan berkas
antri untuk menyerahkan berkas

Saat itu saya mendapat nomor antrian 44 sedangkan antrian baru sekitar di nomor 19. Butuh waktu sekitar satu jam hingga akhirnya nomor antrian saya dipanggil. Ketika nomor antrian saya dipanggil, saya langsung menuju ke Loket 3. Di sini petugas akan memastikan dokumen kita. Alamat di KK harus sama dengan alamat di KTP. Awalnya saya takut ditolak karena kode pos alamat di KK tidak sama dengan kode pos alamat di KTP. Tapi ternyata tidak apa-apa. Petugasnya tanya apa tujuan saya membuat paspor, kuliah di mana, jurusan apa, dsb.

Begitu tahu kalau saya membuat paspor ini untuk beasiswa ke Amerika. Petugasnya memberi informasi kalau katanya visa Amerika agak sulit didapat kalau kita tidak mendapat sponsor. Kemudian, petugasnya juga bercerita tentang pengalaman kerja di Bali dan bertemu banyak orang bule, hingga bisa membantu lancar berbahasa Inggris. Hehe, petugasnya ramah dan tidak mempersulit sama sekali, malah diajak mengobrol santai.

Setelah dokumen dicek, kita akan diberikan selembar kertas yang isinya tanggal berapa kita harus kembali untuk foto dan wawancara. Dan, saya baru bisa kembali tanggal 3 Januari 2013. Biasanya memang 4 hari kerja setelah penyerahan berkas, kita baru bisa kembali untuk foto dan wawancara. Saat itu karena ada cuti bersama dan libur tahun baru, jadinya saya baru kembali sekitar seminggu kemudian.

Tanggal 3 Januari 2013
Saya sudah tiba di Kanim Malang pukul 7 pagi, tetapi kantor belum dibuka. Beberapa orang juga tampak menunggu di luar. Ah, tahu begini tadi saya sarapan dulu sebelum berangkat. Kantor baru dibuka pukul 07.30. Begitu kantor dibuka, orang-orang yang menunggu tadi langsung masuk dan meletakkan lembaran kertas yang diberikan setelah kita menyerahkan berkas beberapa hari yang lalu di sebuah wadah di dekat loket 3. Setelah itu? Menunggu lagi nama kita untuk dipanggil satu per satu.

Sekitar 30 menit kemudian, nama saya dipanggil. Petugas meminta kita memperlihatkan KTP kita. Setelah itu, petugas memberikan sebuah lembaran kertas untuk foto dan wawancara. KTP kita dikembalikan dan kita harus mengambil nomor antrian lagi. Jadi, kita cukup memberikan lembaran tersebut ke petugas yang memberikan nomor antrian dan nomor antrian akan langsung dipasang di lembaran tersebut. Kemudian, kita menunggu lagi untuk melakukan pembayaran dan foto.

nomor antrian pembayaran dan foto & wawancara
nomor antrian pembayaran dan foto & wawancara

Pembayaran pembuatan paspor dan foto adalah Rp. 255.000. Untuk ke loket pembayaran, tidak butuh waktu yang lama. Namun, untuk menunggu giliran foto dan wawancara, kita harus bersabar lagi. Saat masuk ke ruang foto dan wawancara, kita langsung disuruh duduk di kursi yang disediakan untuk kemudian difoto oleh petugas. Untuk yang berjilbab, usahakan kerudung yang kita pakai tidak menimbulkan bayang di wajah atau kening. Saat itu saya cukup kerepotan mengatur kerudung saya sesuai permintaan petugas (dan hasilnya, foto di paspor jadi tidak memuaskan huhu).

Setelah foto, petugas akan meminta sidik jari kita. Kemudian, kita harus mengantri lagi untuk menunggu giliran wawancara. Petugas yang mewawancarai sepertinya hanya ada dua orang. Kalau saja petugasnya ditambah mungkin sudah tidak perlu mengantri lagi setelah foto. Begitu nama saya dipanggil, saya langsung menghadap petugas. Petugas akan mencocokkan data, bertanya lagi tentang tujuan kita membuat paspor, dan memastikan semua data sudah benar.

Saat itu petugas menanyakan KTM saya. Lha? Kan saya sudah lulus kuliah, jadi KTM kan sudah dikembalikan ke kampus. Saat petugas melihat fotokopi ijazah saya, ia tak mempertanyakan lagi. Kemudian, saya disuruh tanda tangan sebanyak (kalau tidak salah) tiga kali. Saya sempat bertanya, “Pengambilan paspor harus 4 hari kerja setelah wawancara ya?” Lalu petugas itu menjawab, “Iya, 4 hari kerja setelah wawancara, kan sudah ada di keterangannya.” “Tidak bisa lebih awal?” tanya saya lagi. “Tidak bisa, nanti menyalahi prosedur,” jawabnya agak jutek (atau hanya perasaan saya saja ya hehe). Saya pun diam tak bertanya lagi.

Saya sempat melihat ada orang yang menghampiri petugas yang ada di sebelah saya. Orang itu seperti membawa surat keterangan dan minta paspornya cepat jadi, karena sudah harus berangkat secepatnya. Namun, saya tak tahu kelanjutannya karena setelah itu saya sudah selesai diwawancarai dan meninggalkan ruangan.

Tanggal 9 Januari 2013
Pengambilan paspor di Kanim Malang baru dimulai pada pukul 1 siang. Saya sudah tiba Kanim Malang sekitar pukul setengah 1, saya awalnya bingung bagaimana mengantrinya. Ternyata, saya harus meletakkan lembaran pengambilan paspor di tempat petugas yang memberikan antrian nomor (jadi saat kita masuk ke dalam ruangan, kita tinggal meletakkan lembaran tersebut di meja petugas yang ada di sebelah kiri kita). Kemudian kita menunggu nama kita dipanggil lagi. Saya menunggu sekitar satu jam hingga akhirnya saya mendapatkan nomor antrian (baru nomor antrian!). Menunggu lagi sekitar 45 menit hingga nomor antrian saya dipanggil untuk mengambil paspor.

Kita ke loket 5 dan petugas meminta kita untuk menyerahkan KTP kita. Kemudian, kita diminta untuk mengisi sebuah buku dengan menuliskan nama dan nomor paspor. Setelah itu, kita harus memfotokopi paspor kita untuk diserahkan ke petugas. Di Kopim sudah ada jasa fotokopi, jadi kita tinggal meminta untuk fotokopi paspor satu kali. Satu lembar fotokopi dikenai biaya Rp. 500. Setelah fotokopi, saya kembali ke loket 5 untuk menyerahkan fotokopian, kemudian petugas akan menyerahkan KTP dan sampul paspor.

Setelah itu, saya bisa melenggang lega keluar dari Kanim Malang dengan paspor baru di tangan. Butuh waktu “satu tahun” untuk membuat paspor ini karena saya menyerahkan berkas pada tahun 2012 (Desember) dan paspor baru jadi pada tahun 2013 (Januari), hehe.

siap berkeliling dunia :D
siap berkeliling dunia😀

Beberapa tips:
1. Tak perlu menggunakan jasa calo. Saya sempat mendengar ada seorang ibu yang bercerita ia sempat ditawari jasa calo dengan membayar Rp. 550.000. Calo tersebut berkata (dari yang diobrolkan si ibu) bahwa sekarang tidak bisa sehari jadi untuk membuat paspor, butuh beberapa hari lagi karena sekarang pembuatan paspornya lebih ketat.
2. Bawalah buku, cemilan, atau hal-hal yang bisa membuat kita tidak mati gaya selama menunggu. Dari pengalaman saya, saya harus 3 kali ke Kanim Malang dengan jeda 4 hari kerja dan menghabiskan waktu sedikitnya 2 jam di sana. Di dalam ruangan disediakan televisi 24 inci tetapi kita hanya bisa melihat gambarnya karena volume suara TV tersebut mute. Kita bisa membeli koran dari pedagang koran yang ada di sana. Saat itu saya membawa novel, jadi saya habiskan sebagian waktu menunggu untuk membaca novel, tapi kebanyakan saya malah asyik memperhatikan orang-orang yang ada di sekitar saya hehe.
3. Bersikap santai dan mendengarkan dengan baik setiap hal yang dikatakan oleh petugas. Dengan begini, urusan akan lebih lancar. Saya sempat melihat salah satu petugas yang sampai berbusa-busa menjelaskan sesuatu kepada salah satu orang yang mengajukan paspor.
4. Berpakaian yang sopan dan rapi. Ada petugas yang menegur seorang pemuda yang datang mengenakan celana tiga per empat dan sandal. Petugas itu menunda untuk memproses berkasnya dan menyuruh pemuda tersebut untuk mengganti celananya terlebih dahulu.
5. Sebisa mungkin mengajak teman. Dengan begini, kita tidak akan cepat merasa bosan.
6. Usahakan untuk mengurus semuanya sendirian. Mungkin bisa diwakilkan tetapi sepertinya harus menggunakan surat keterangan bermaterai. Saat itu saya sempat melihat ada orang yang menyerahkan berkas milik majikannya dan petugas menolaknya karena harus orangnya sendiri yang menyerahkan berkas.

Selama tiga kali saya datang ke Kanim, saya melihat beberapa orang yang sama yang hilir mudik. Tampaknya mereka membantu pembuatan paspor untuk para TKI. Orang-orang tersebut keluar masuk ruangan, mengurus nomor antrian, menemani orang yang mau difoto, dsb. Saat saya mengambil paspor, ada sekelompok perempuan yang semuanya memakai kemeja putih. Tampaknya mereka adalah calon TKI. Mereka hanya duduk dan menunggu saja, sedangkan ada satu orang yang hilir mudik mengurus nomor antrian dsb.

Postingan kali ini cukup panjang, hehe. Semoga bisa bermanfaat🙂

Author: Endah Wijayanti

word carver | web content editor | life traveler | librocubicularist | blogger penulisonline.com

18 thoughts on “Membuat Paspor Baru dalam “Setahun””

  1. Kalau daftar online,
    Hari pertama kita menyerahkan berkas langsung bisa foto mbak,
    nyerahin berkas, dapat antrian foto,
    Ga perlu nunggu besoknya lagi,
    trus balik lagi 4 hari kemudian buat ambil paspor,
    Begitu kalo saya ngurus paspor di Soekarno-hatta

      1. Iya Mbak di Bandung, Oktober 2012 lalu baru wisuda,, Rencana pertengahan tahun ini mau kembali ke Bandung lagi, sambil mencari kesempatan terbang ke Jepang ^_^

        Mari saling menyemangati dan mendoakan… Our dreams will come true.. InsyaAllah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s