Dua Kota Tiga Sahabat

Saya semakin menyadari bahwa setiap manusia tidak pernah dibiarkan sendirian. Selain itu, salah satu hal yang paling membahagiakan adalah bisa mensyukuri semua yang kita miliki.

Pada tanggal 1 Desember hingga 6 Desember saya bertandang ke Jakarta dan Bandung. Selain untuk mengikuti wawancara sebuah program beasiswa non-gelar di Jakarta, saya pun menyempatkan diri mampir ke kota Bandung. Selama enam hari tersebut, saya bersyukur bisa kembali bertemu dengan tiga sahabat saya.

Selama di Jakarta, saya menginap di tempat kos seorang sahabat saya bernama Cita. Saya mengenalnya beberapa tahun lalu. Kami sempat bertemu di Annual Meeting IIWC Semarang, Young Women Camp Yogya, dan sempat menghabiskan akhir pekan di Bandung (saat itu ia dan saya sama-sama sedang bekerja di Bandung). Ketika saya memberitahunya bahwa saya akan ke Jakarta, dia langsung menawari saya untuk menginap di tempat kosnya. Saya pun langsung menyambutnya, apalagi karena letak kosnya yang tidak terlalu jauh dari tempat wawancara saya. Ia menjemput saya di Stasiun Gambir, membuatkan sarapan sehat selama dua pagi berturut-turut, merelakan sebagian kasurnya untuk tempat saya tidur, dan ya membantu saya banyak hal termasuk berkeliling di Plaza Semanggi dan menikmati suasana Jakarta pada malam hari.

Saat di Bandung, saya menginap di rumah tempat saya kos dulu. Kali ini saya menginap di kamar Heny (ia dulu menjadi teman kos sekaligus teman kerja saya di kantor yang sama). Setiba saya di Bandung, Heny langsung memberikan kunci kamar kosnya untuk saya. Saya pun menginap di kosnya selama dua hari. Kami sempat menonton salah satu episode Running Man dan membuat berisik kosan pada malam hari, hehe. Entah mengapa saya merindukan kota Bandung, rasanya seperti pulang ke rumah kedua saja. Di hari kedua saat Heny bekerja, saya hanya berjalan-jalan tak jauh dari kos sekadar mencari sedikit oleh-oleh untuk dibawa pulang. Ia masih sama seperti dahulu, jujur, ceria, dan apa adanya. Beruntung saya memiliki sahabat seperti dia. Dia sempat bilang setelah selesai kuliah, ia akan kembali ke Yogya kampung halamannya dan bekerja di sana. Semoga sukses selalu untukmu, Heny.

Sehari sebelum saya pulang, saya juga sempat bertemu dengan Gugun. Selain ingin membicarakan tentang proyek buku biografinya, saya juga menagih oleh-oleh dari Cina. Ia baru saja pulang dari Cina setelah mengikuti konferensi tanggal 27 Nov hingga 3 Des lalu. Saat itu kami bertemu sekitar pukul 9.15 malam di KFC Carrefour Kiara Condong. Syukurlah, saya masih bisa naik angkot untuk sampai di Carrefour saat itu. Beberapa bulan yang lalu, saya membuat sebuah buku biografi tentang kehidupannya. Saat itu saya menyertakan karya tersebut untuk mengikuti lomba, sayangnya, tidak menang, hehe. Gugun pun mengambil inisiatif untuk menerbitkannya. Dia juga menambahkan konten untuk  buku itu. Sempat bingung buku ini akan jadi biografi atau autobiografi karena yang menulis adalah kami berdua. Melalui buku itu, ia ingin lebih banyak menginspirasi banyak orang untuk bisa sukses. Saat ini masih akan dicetak sebanyak 200 eksemplar. Sepertinya saya akan membahas hal ini di postingan berikutnya. Berhubung mall sudah akan tutup pukul 10 malem, kami pun menyudahi obrolan. Saya sempat ragu apakah masih ada angkot yang menuju kos pada pukul itu. Gugun pun ikut menemani saya menunggu angkot, sayangnya setelah beberapa menit, angkot yang saya tunggu tak kunjung lewat. Akhirnya, ia menawarkan dirinya untuk mengantar saya pulang. Hehe, jadi merepotkan. Dia banyak menceritakan banyak hal. Rasanya selalu ada percikan semangat positif dan semangat untuk meraih impian-impian besar ketika bisa mengobrol dengannya. Semoga perjalanan S2 di Amerika nantinya bisa menjadi pengalaman yang berharga untukmu, kawan.

credit

Pastinya bukan kebetulan belaka saya dipertemukan dengan ketiga sahabat saya ini. Saya banyak belajar dari mereka dan saya sangat beruntung Allah mempertemukan saya dengan mereka semua. Perjalanan melelahkan selama berbelas-belas jam di kereta rasanya terbayar sudah dengan kesempatan bertemu dengan mereka.

May Allah always give us happiness and a blessing life🙂

Author: Endah Wijayanti

word carver | web content editor | life traveler | librocubicularist | blogger penulisonline.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s