Memilih untuk Hidup

Air mata ini tiba-tiba saja membanjiri pipi. Rasa sesak ini tak bisa terus-terusan dipendam. Meski begitu, pilihan ini tidak akan berubah.

Memilih untuk hidup.

Author: Endah Wijayanti

word carver | web content editor | life traveler | librocubicularist | blogger penulisonline.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s