Pagi yang Kecewa

Apa lagi yang lebih tak membahagiakan ketika menemui pagi yang kecewa?

Tak ada kata kecewa yang dilontarkan. Sinar matahari juga masih akan bersinar seperti biasa. Titik-titik embun masih terlelap sambil berayun-ayun di rerumputan. Tak ada suara yang memberitahukan bahwa saat ini kau berada pada sebuah pagi yang kecewa. Entah apa sebabnya, mungkin karena memang engkau yang membuat kecewa pagi. Hanya saja pagi terlalu lembut membisikkan kata bahwa kau sedang berada di pagi yang kecewa.

Hanya ada satu cara untuk menghibur pagi yang kecewa: tunggu sebentar lagi. Tidak akan lama.

photo credit here

Author: Endah Wijayanti

word carver | web content editor | life traveler | librocubicularist | blogger penulisonline.com

2 thoughts on “Pagi yang Kecewa”

  1. Yup, walaupun rasanya sulit mengatasi kekecewaan, tapi kalau sabar menunggu pasti tidak lama kemudian ada hal menyenangkan yang menghapus kekecewaan kita.😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s