Arti Kebahagiaan dalam The Geography of Bliss

Judul: The Geography of Bliss
(Kisah Seorang Penggerutu yang Berkeliling Dunia Mencari
Negara Paling Membahagiakan)
Penulis: Eric Weiner
Penerjemah: M. Rudi Atmoko
Penerbit: Qanita
Cetakan: Ketiga, Maret 2012

Bagaimana orang-orang di negara-negara lain memaknai kebahagiaan?

Eric Weiner berkeliling ke beberapa negara untuk mencari arti kebahagiaan. Ia menemui penduduk-penduduk setempat, bertukar pendapat dan pandangan, dan menjelajahi beberapa tempat. Ada banyak definisi tentang kebahagiaan yang ditemukannya di Belanda, Swiss, Bhutan, Qatar, Islandia, Moldova, Thailand, Britania Raya, India, dan Amerika.

Dari semua negara yang disebutkan di dalam buku ini, saya sangat terkesan dengan Swiss. Eric menuliskan, “Swiss: Kebahagiaan adalah Kebosanan.” Swiss digambarkan sebagai sebuah negara yang sangat teratur dan…membosankan. Segala aspek kehidupan memiliki aturannya sendiri. Menurut Eric, orang Swiss tidak suka bercanda, tentang segalanya, selamanya (hal. 59). Orang-orang Swiss selalu membuka obrolan mereka dengan pertanyaan “Anda berasal dari mana?” Salah satu hal yang paling berkesan tentang Swiss menurut saya adalah tentang cara hidup mereka yang cenderung tidak pernah memamerkan kekayaan atau kemakmuran mereka. Segala bentuk rasa iri dibenamkan dalam-dalam. Oh satu lagi, alam Swiss yang memang sangat indah.

Tadinya saya berharap Jepang dan Indonesia juga akan dibahas di dalam buku ini. Sayangnya tidak. Eric hanya menyebutkan kesan-kesan singkatnya tentang Tokyo dan di akhir buku ini ia menuliskan bahwa ia juga sempat mengunjungi Bali dan Lombok.

Secara keseluruhan saya sangat menyukai buku ini. Pertama, karena buku ini buku perjalanan (I love traveling books soooo much…). Kedua, topiknya yang unik menggabungkan kisah perjalanan dengan pencarian makna tentang kebahagiaan. Ketiga, ada gabungan unsur filsafat dan referensi-referensi ilmiah tentang kebahagiaan. Saya baru tahu ternyata ada patokan-patokan khusus yang dipakai sebuah negara untuk mengukur level kebahagiaan. Kadang kita seperti diajak untuk memlintir-mlintir pikiran kita sendiri tentang makna kebahagiaan. Keempat, cover bukunya yang sangat menarik. Hehe, maklum saya ini makhluk yang bertipe visual, jadinya mudah tergoda untuk membeli buku hanya karena tampilan luarnya.

So, how do you define (your) happiness?

 

Author: Endah Wijayanti

word carver | web content editor | life traveler | librocubicularist | blogger penulisonline.com

4 thoughts on “Arti Kebahagiaan dalam The Geography of Bliss”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s