Rasa Syukur

Rebuild

Alhamdulillah pada 1 Syawal 1433 H kali ini, Allah masih memberi kesempatan pada saya untuk bisa berkumpul dan berbahagia bersama keluarga.

Sehari sebelum hari raya Idul Fitri, saya dan keluarga mudik ke rumah nenek. Seumur-umur, saya sendiri belum pernah berlebaran di Malang, tetapi selalu di rumah nenek di Pasuruan. Dengan mengendarai sepeda motor, sekitar 1 jam 15 menit kemudian, kami pun sampai di rumah nenek. Di rumah nenek, sudah berkumpul om, tante, dan sepupu kecil.

Keesokan harinya pada tanggl 1 Syawal 1433 H (19 Agustus 2012), kami pun melaksanakan shalat Id Fitri di salah satu masjid. Gema takbir ada di mana-mana, terima kasih ya Allah telah membawa kami kembali ke titik ini. Usai shalat, langsung saling bersalaman dengan keluarga dan para tetangga. Kue-kue lebaran dan makanan kecil pun sudah dipersiapkan sejak semalam sebelumnya.

Dalam hati kecil saya berkata bahwa saya ingin tahun depan ada suasana berbeda yang bisa saya dapatkan. Bukan, bukan karena saya tak suka dengan suasana lebaran yang sudah saya dapatkan selama bertahun-tahun. Ini lebih tentang sebuah mimpi. Sebuah mimpi yang sangat saya harapkan bisa langsung terwujud. Semoga Allah meridloi, aamiin.

Lebaran tahun ini terasa sangat meriah. Sepupu-sepupu kecil yang hadir benar-benar menyemarakkan hari kemenangan ini. Kami pun juga berziarah ke makam kakek. Saya sendiri tak pernah merasakan bagaimana rasanya memiliki kakek karena beliau sudah meninggal jauh sebelum saya lahir.

Jika banyak orang yang selalu membuat resolusi baru di setiap awal tahun baru, saya pribadi lebih sering menancapkan impian dan harapan baru di setiap bulan Ramadhan, khususnya saat sudah memasuki bulan Syawal. Banyak hal yang sudah terjadi selama setahun ini (terhitung sejak bulan Ramadhan tahun lalu). Ada pengalaman dan pelajaran baru yang saya peroleh. Juga, ada impian-impian baru yang saya tancapkan.

Terima kasih ya Rabb, atas limpahan nikmat dan kasih sayang yang selalu Kau berikan pada kami. Terima kasih ya Rahman ya Rahiim, atas keluarga yang selalu Kau hadirkan padaku. Ijinkan diri ini kembali berjuang hanya karena-Mu. Ijinkan diri ini bisa menjadi pribadi yang jauh lebih bermanfaat untuk orang lain. Ijinkan kami semua agar bisa selalu membawa semangat Ramadhan di keseharian kami dan kembali berjumpa di bulan Ramadhan tahun depan. Maaf, jika kami masih sering lupa untuk mensyukuri semua nikmat yang Kau limpahkan pada kami.

*foto-foto lebaran segera menyusul, hehe.

Author: Endah Wijayanti

word carver | web content editor | life traveler | librocubicularist | blogger penulisonline.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s