Rumah Kotak

Sumber gambar dari SINI.

Bapak menyebut rumah ini rumah kotak. Bukan karena bentuknya yang benar-benar kubus. Hanya saja karena ya memang rumah kami bentuknya sungguh simpel, berukuran  7 x 9 meter tanpa teras juga tanpa halaman belakang apalagi halaman depan. Buka pintu depan, voila selamat datang ke “lalu lintas” jalan gang yang sempit seperti gang kelinci.

Bahkan hanya berjarak sekitar 2 meter di depan rumah sudah rumah tetangga. Kiri kanan rumah juga langsung mepet tembok rumah tetangga kami. Rumah kotak kami tak punya pintu belakang. Buat apa juga? Karena di belakang ada semacam peternakan ayam dan rumah tetangga yang lain.

Belum genap satu tahun saya sekeluarga pindah ke sini tapi sudah banyak cerita yang kami dapatkan. Ada yang bikin jengkel tapi ada juga yang kocak. Hm, mulai cerita dari yang mana dulu ya?

Saat Harus Angkat Kaki dari Rumah Milik Negara

Agak berat ketika tahun lalu akhirnya saya sekeluarga harus pindah dari rumah yang sudah kami tempati sekitar 24 tahun. Tapi memang sudah saatnya. Rumah yang kami tempati waktu itu adalah milik negara. Saat Bapak pensiun, ya kami pun harus pindah.

Masih teringat jelas saat itu bulan puasa. Bapak dapat panggilan dari kantornya dan diberi instruksi untuk segera pindah. Mau tak mau dengan semuanya yang serba mendadak, kami pun pindahan. Padahal rumah baru kami saat itu belum sepenuhnya jadi. Tak ada acara khusus saat pindahan, hanya acara syukuran sederhana dengan membagikan nasi kotak ke para tetangga baru.

Rumah Nyempil di Gang Sempit

“Sekarang, rumahnya bejubel
Oh, padat penghuninya
Anak-anak segudang
Grudak gruduk kaya kelinci…”

Cuplikan lagu Gang Kelinci itu sungguh pas menggambarkan lingkungan baru saya di sini. Rumah di perkampungan ini sungguh berjubel. Rumah saya pun nyempil di salah satu sudut gang yang bisa dibilang seperti gang kelinci. Anak-anak tetangga berisiknya minta ampun. Lari-larian, tataluan, sampai main mercon tepat di depan rumah. Bikin kepala pecah nggak sih? Hari Minggu saat mau tidur siang (kesempatan yang sangat langka setelah seminggu kerja) malah berakhir ngomel-ngomel sendiri karena stres mendengarkan mereka ributnya nggak karuan. Mau marahin mereka takut dilabrak orang tuanya. Didiemin juga bikin kepala makin puyeng. Itu baru anak-anak ya. Belum lagi orang tua mereka.

Jadi nih, ibu-ibu di sini hobi banget menggosip. Mulai soal sinetron sampai ngomongin tetangga mereka sendiri. Kalau sudah kumpul, huwooo mereka bisa heboh sendiri dengan volume suara yang sungguh meledak-meledak. Itu baru soal kebiasaan menggosip. Belum lagi dengan kebiasaan menyetel musik. Tetangga depan rumah hobi dangdutan. Tetangga di sudut gang hobi tayuban. Sering sekali pagi-pagi saya kebangun gara-gara musik mereka yang menggelegar dan rasanya bikin misuh-misuh. Ibu di rumah sampai nggak merasa aneh lagi kalau melihat wajah saya yang langsung bete dan kusut saat bangun pagi gara-gara suara dangdut atau tayub.

Rumah yang saling berdempetan membuat kami mudah sekali secara tidak langsung tahu “urusan dapur tetangga”. Si istri yang bertengkar dengan suaminya yang malah kelayapan setelah pulang kerja. Si ibu yang lagi perang dingin dengan putrinya sendiri. Ibu mertua yang mengomeli menantunya. Bocah yang diomeli ibunya karena main terus dan nggak mau belajar. Tangisan si krucil yang rewel. Pertengkaran soal uang, hutang, dan bikin pusiang orang yang mendengarnya. Saya cuma bisa geleng-geleng kepala mendengar itu semua.

Saking Dekatnya dengan Para Tetangga, Semua Dianggap “Rumah Sendiri”

Agak kurang nyaman ketika para tetangga begitu santainya menganggap rumah orang lain seperti rumah sendiri. Meski memang dekat, tapi ya mbok kalau mau bertamu ketuk pintu dulu. Ini nggak, sebagian besar malah langsung membuka pintu dan nyelonong masuk. Ibu pun sering wanti-wanti untuk selalu mengunci rumah. Nggak enak kan kalau tetangga langsung masuk ketika yang punya rumah lagi mandi?

Tapi ada untungnya juga ada tetangga yang dekat kanan-kiri. Pernah suatu hari, ada seekor ular masuk ke rumah. Ibu yang saat itu di rumah sendirian sama Adik langsung panik dan keluar rumah. Beruntung ada sejumlah tetangga yang lagi berkumpul di depan rumah. Mereka pun langsung membantu Ibu mengeluarkan ular yang akhirnya tewas itu dari rumah. Entah apa jadinya kalau tak ada tetangga di dekat rumah, Ibu yang fobia sama ular itu bisa-bisa pingsan di tempat.

Tetangga memang saudara yang paling dekat saat di rumah. Meski sebal dan kadang dibuat jengkel, mereka akan selalu jadi orang pertama yang akan kita minta bantuan saat punya masalah di rumah.

Ada Kamar Tidur “Sekelas Apartemen” di Rumah Ini

Beberapa waktu yang lalu, sejumlah sahabat saya datang berkunjung untuk pertama kalinya ke rumah. Saat mereka masuk ke kamar saya, mereka langsung berkomentar, “Wah, kayak apartemen aja.” Komentar itu keluar ketika mereka melihat ada kulkas di dalam kamar tidur saya (entah apa juga hubungannya kulkas di dalam kamar dan apartemen). Hehe, bukan bermaksud egois dengan punya “kulkas pribadi” di dalam kamar. Hanya saja memang nggak ada sudut kosong untuk menaruh kulkas dan colokan listrik yang masih tersedia ada di kamar saya.

Dari tiga kamar tidur yang ada di rumah ini, kamar tidur saya lah yang paling luas. Semua perabot besar dan penting ditaruh di kamar saya. Termasuk kulkas, komputer, lemari, dan juga rak buku. Meski kamar saya yang paling luas tapi paling banyak perabotnya. Meski begitu, justru ruang kamar tidur inilah yang paling nyaman untuk saya.

Rumah Sederhana untuk Kebahagiaan Kami Sekeluarga yang Sederhana

Ada satu cita-cita yang kemudian terbersit saat baru pindah ke rumah kotak ini. Ingin rasanya membelikan rumah yang lebih luas untuk Ibu dan Bapak. Rumah dengan halaman luas dan juga tempat jemuran sendiri. Di rumah ini, Ibu harus menumpang menjemur baju di halaman orang lain. Dalam keadaan darurat, jemuran itu harus digantung di langit-langit rumah dan kering dengan diangin-anginkan. Bapak setelah pensiun ini lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bercocok tanam. Andai di rumah ini ada kebun atau halaman, Bapak pasti nggak perlu harus pergi ke ladang yang jauh untuk menyalurkan kecintaannya ini.

Impian dan cita-cita itu selalu ada. Tapi yang lebih penting saat ini adalah mensyukuri semua yang sudah tersedia.

Sering saya mendengar rekan sejawat Bapak  yang setelah pensiun belum mendapat rumah yang layak. Ada yang malah tertipu saat membeli rumah. Di sini, di rumah kotak ini, kami sekeluarga sungguh bersyukur punya tempat berteduh. Tidak kepanasan saat terik. Tidak juga kedinginan saat hujan lebat mengguyur. Yang penting lagi rumah kali ini milik sendiri, bukan lagi milik negara seperti rumah yang sebelumnya.

Selain itu, dengan tinggal di rumah ini, saya jadi lebih dekat untuk ke kantor. Kalau dulu harus dua kali naik angkot untuk sampai ke kantor, sekarang cukup sekali saja. Swalayan yang terkenal dengan harga produknya yang lebih ekonomis pun cuma sepelemparan batu dari rumah. Mau belanja gampang. Untuk beli sayur mayur dan bahan makanan sehari-hari juga nggak susah, tinggal buka pintu dan jalan kaki dua langkah sampai sudah ke tetangga depan rumah yang selalu buka lapak sayur tiap pagi. Adik saya pun akhirnya punya kamar tidur pribadi setelah bertahun-tahun tidur di sudut ruang tamu di rumah yang lama. Sungguh, dalam hal-hal sederhana ternyata ada banyak keberuntungan yang bisa disyukuri.

Meski rumah ini bentuknya (terlalu) simpel dan nyempil di gang sempit, saya sungguh sangat bersyukur punya kamar yang sangat nyaman. Terlebih lagi masih bisa berkumpul dengan Bapak, Ibu, dan Adik di sini.

Kebahagiaan di rumah itu sesederhana ketika pulang kantor sudah dibuatkan mie rebus yang masih mengepul hangat. Rasa bahagia itu sesimpel saat masih bisa iseng merecoki Ibu yang masak di dapur atau bereksperimen membuat kue yang sering gagal bareng Adik. Bahkan bahagia itu ketika masih bisa bergosip dengan Ibu, Bapak, dan Adik tentang si tetangga anu yang ribet sendiri soal anu.

Meski di rumah ini tak ada ruang makan khusus, kami sekeluarga tetap bisa makan bersama sambil nonton televisi. Meski ruangan terbatas, kebersamaan tetap bisa terjaga. Bahkan mungkin karena rumah nggak terlalu luas inilah yang justru makin mendekatkan kami semua kali ya?

Membuat tulisan ini, saya kembali diingatkan untuk lebih banyak bersyukur. Jujur saya masih sering mengeluh soal pindah di rumah yang belum genap kami tempati selama setahun ini. Ada saja hal yang membuat saya sering komplain dan merasa kurang. Masih sering saya membanding-bandingkan rumah kotak ini dengan rumah di kompleks perumahan lain atau rumah milik tetangga yang di mata saya jauh lebih bagus. Sungguh saya merasa jadi orang yang tak tahu diri saat saya sebenarnya jauh lebih beruntung dibandingkan orang lain.

Tiap orang pasti punya rumahnya masing-masing. Besar, kecil, megah, sederhana, semua itu sebenarnya bukan ukuran kebahagiaan. Melainkan dengan siapa kita melewatkan waktu bersama saat di rumah. Juga pastinya bagaimana cara kita untuk mensyukuri semua yang sudah kita punya.

Lomba Kisah Ramadan 2016 Vemale.Com

Mengulang sukses Lomba Kisah Ramadan Vemale.com 2015, kami kembali mengajak para sahabat untuk membagi kisah inspirasi. Kisah ini bisa tentang suka duka ketika memutuskan memakai hijab, kisah seru di bulan Ramadan, bagaimana rasanya menjadi istri pada puasa pertama, bagaimana rasanya jauh dari keluarga saat Lebaran atau kisah apapun yang meningkatkan sisi spiritual dan kedekatanmu dengan Allah SWT.

Kirim kisahmu melalui email ke redaksivemale@kapanlagi.net

Subjek email: KISAH RAMADAN VEMALE

Hadiah Lomba:

  • 20 kisah yang ditayangkan akan mendapat koleksi hijab Ria Miranda.
  • 5 kisah terbaik akan mendapatkan koleksi hijab dan koleksi busana muslim dari Ria Miranda.

Kami tunggu kisahmu hingga tanggal 5 Juli 2016. Pemenang akan kami umumkan tanggal 13 Juli 2016.

Contoh kiriman pembaca pada Lomba Kisah Ramadan Vemale.com 2015:

Allah Akan Mengabulkan Doa di Waktu yang Tepat, Bukan di Waktu yang Kita Inginkan

6 Tahun Pacaran Beda Keyakinan, Perpisahan Menjadi Jawaban Dari Allah SWT

Kutemukan Hijab Setelah Terpuruk Dalam Dosa Duniawi

Dari satu kisah, kamu bisa menjadi inspirasi bagi jutaan wanita Indonesia.

Share your story🙂

Liburan ke Nikko, Jepang: Sekali Datang Bikin Nggak Mau Pulang, Ini 7 Alasannya

Tulisan kali ini cukup panjang tapi nggak bakal bikin ngos-ngosan waktu membacanya, hehe. Ada banyak foto dan video yang bakal memanjakan mata. Buat yang belum pernah ke Jepang, semoga setelah baca ini jadi bisa ke Jepang dan makin mupeng buat ke Negeri Sakura ini. Kalau sudah pernah ke Jepang, semoga habis baca ini bisa ke Jepang lagi. Let’s travel to Japan and have fun!

Mau liburan ke Jepang tapi masih bingung mau ke mana? Coba deh ke Nikko. Jaraknya 150 kilometer dari Tokyo. Kalau ditempuh dengan moda transportasi kereta api dari Tokyo mungkin cuma sekitar dua jam saja. Ya, seperti Jakarta ke Bandung gitu kali ya.

Kota Nikko mungkin tak sepopuler Tokyo atau Kyoto. Bahkan ketika saya bertanya pada seorang teman yang pernah kuliah di Jepang, dia mengaku belum pernah berkunjung ke Nikko. Padahal kota yang memiliki sejumlah situs warisan budaya dunia, makanan khas yang istimewa, dan tempat wisata menarik ini punya sejuta pesona. Bahkan sekali datang ke sana rasanya bikin nggak mau pulang.

Photo by marchouliston.
Image credit: marchouliston.
Image credit: H.I.S Travel
Peta Nikko. | Image credit: H.I.S Travel

Nikkō (日光市 Nikkō-shi) merupakan sebuah kota yang terletak di Prefektur Tochigi, sebelah utara wilayah Kanto, Jepang. Tercatat pada bulan Mei 2015, populasi kota yang memiliki luas 1.449, 83 kilometer ini mencapai 84.197 penduduk. Meski mungkin nama kota ini asing di telinga kita, tapi kota ini sudah jadi tujuan banyak turis domestik maupuan mancanegara. Ada banyak destinasi menarik yang sungguh sayang untuk dilewatkan. Selain itu, pesona kota ini sendiri pun sudah sangat menyihir.

sekilas info:
nulis di Blog bisa liburan ke Jepang GRATIS!!!
klik banner di bawah ini, ya.

Ikuti Present Campaign HIS Summer Trip Blogging Competitionhttps://kawaiibeautyjapan.com/campaign/present-20/track.js

Saya menemukan tujuh alasan kenapa liburan ke Nikko bakal jadi liburan yang tak terlupakan. Alasan ini meliputi ragam destinasi wisatanya yang menarik juga makanan khasnya yang wajib untuk dicoba. Let’s check this out!

1. BYE-BYE STRESS! LUANGKAN WAKTU HIKING DI SENJOGAHARA, STRES HILANG SEKETIKA

Senjōgahara (戦場ヶ原) merupakan area seluas 4 kilometer persegi di Prefektur Togicho, kota Nikko. Terletak 1.400 m di atas permukaan laut, Senjogahara ini merupakan destinasi yang paling tepat buat kita yang ingin melepaskan stres.

Image credit: blogspot
Image credit: blogspot

Saat melihat video dari origamiwiki berikut ini, terlihat sekali betapa menyenangkannya hiking di Senjogahara saat cuaca cerah. Konon, waktu yang paling tepat untuk hiking ke sini adalah saat musim gugur sekitar bulan Oktober. Daun-daun yang berubah warna jadi keemasan dan sungguh mempesona. Tapi ke sini waktu musim panas juga seru, lho.

Senjogahara secara harfiah berarti medan perang. Tapi medan perang yang dimaksud bukan perang antar pasukan, melainkan perang antar dewa yang memperebutkan wilayah ini ribuan tahun lalu. Nggak heran kalau para dewa sampai memperebutkan wilayahi ini karena keindahannya memang tiada tara.

Image credit: gaijinpot
Image credit: gaijinpot

Segala macam stres dan beban hidup (sampai galau urusan jodoh) bisa hilang deh kalau sudah berada di sini. Eh, tapi hati-hati di wilayah ini masih ada beruang dan kera yang berkeliaran. Meski memang harus tetap waspada, tapi jelas nggak akan mengurangi keindahan Senjohara ini.

Tips Anti Stres Hiking di Senjogahara

  1. Siapkan bekal makan dan minum yang cukup. Waktu untuk mengelilingi hiking track ini berkisar 2,5 hingga 3 jam. Nggak perlu khawatir kalau kita belum punya pengalaman hiking sebelumnya karena jalur hiking Senjogahara ini cukup bersahabat untuk para pemula sekalipun.
  2. Waktu terbaik untuk hiking memang saat musim gugur. Tapi mau datang di musim lain juga bisa. Kalau ingin datang di musim dingin, kita bisa menyewa sepatu salju (snow shoes) untuk menjelajah ladang yang diselimuti salju dengan harga 500 yen per jam atau bisa juga 1.500 yen per hari.
  3. Bawa kamera. Keindahannya akan sangat sangat jika dilewatkan begitu saja.
  4. Selalu lihat rambu-rambu dan tanda peringatannya, ya. Beruang dan kera masih ada yang berkeliaran di daerah ini.

2. BELAJAR BUDAYA SAMBIL EKSIS DI MEDIA SOSIAL

Salah satu destinasi yang paling menarik dan populer di Nikko ini adalah Edo Wonderland Nikko Edomura. Taman hiburan ini memang dibangun khusus untuk kita yang ingin bisa melihat dan merasakan langsung kehidupan masyarakat Jepang saat periode Edo. Namanya taman hiburan, jelas ada berbagai macam spot menarik untuk berfoto.

Image credit: sugarandspace
Image credit: sugarandspace

Di taman hiburan ini, kita bisa mengunjungi menara pengawas zaman Edo yang fungsinya untuk memonitor kalau-kalau ada kebakaran, mengunjungi jembatan Nihonbashi, mengikuti workshop mewarani sapu tangan putih dengan pewarna indigo, dan juga kita bisa menikmati teater tradisional Jepang. Atmosfer di taman hiburan ini benar-benar terasa seperti masa lalu. Seolah kita baru saja melewati terowongan mesin waktu dan tiba di suatu masa yang begitu menakjubkan di Jepang.

Image credit: jtbgenesis
Image credit: jtbgenesis

Tak lupa saksikan langsung aksi para ninja yang menampilkan berbagai macam triknya dengan pencahayaan serta musik yang saling menyempurnakan. Siapa tahu bisa bertemu Ninja Hatori juga di sini. Atau siapa tahu ternyata ada bakat ninja terpendam dalam dirimu, nggak ada yang tahu kan kalau tiba-tiba kamu punya kekuatan shuriken di dalam dirimu. Tuh, seru banget ya. Pengalaman seperti ini kapan lagi bisa didapat kalau nggak di Edo Wonderland.

Image credit: edowonderland
Image credit: edowonderland

Mau lebih eksis lagi? Bisa banget lho mencoba berbagai macam kostum tradisional ala Jepang, mulai dari kostum kimono, oiran, samurai, hingga ninja. Lengkap dengan wig dan properti lainnya, dijamin deh penampilanmu bakal seperti orang Jepang dari masa lalu. Belajar budaya Jepang sambil tetap bisa eksis dan bergaya, kombinasi pengalaman ini nggak bakal terlupakan seumur hidup.

Image credit: wordpress
Image credit: wordpress

Tips Mencapai Edo Wonderland
Berdasarkan info dari H.I.S Travel, ada sejumlah alternatif yang bisa kita pilih untuk mencapai Edo Wonderland. Tinggal kita sesuaikan saja dengan kondisi dan kebutuhan kita. Jangan lupa dicatat, ya.

Dengan Mobil : Waktu tempuhnya sekitar 2 jam 30 menit dari Tokyo. Jadi dari Utsunomiya Interchange di Tohoku Expressway, kita naik Nikko-Utsunomiya Tollway hingga Imaichi Interchange. Lalu, ambil Rute 121 menuju Kinugawa-onsen (15 menit). Tips tambahan: gunakan GPS dan jangan ragu untuk bertanya pada petugas polisi atau penduduk sekitar biar tak tersesat.

Dengan Kereta :
1. Dari Stasiun Tokyo/Stasiun Ueno JR Nikko Line kereta express.
2. Dari Stasiun Asakusa naik Tobu Kinugawa Line ke Stasiun Kinugawa-onsen, lalu naik bus lokal (15menit/¥400) atau taksi (10menit/¥1600).
3. Dari JR Shinjuku, Stasiun Ikebukuro atau Omiya, naik kereta “Kinugawa” atau “Spacia-Kinugawa” ke Stasiun Kinugawa-onsen, lalu naik bus lokal (15menit/¥400) atau taksi (10menit/¥1600).
4. Dari Haneda Airport naik Keihin Express Line ke Stasiun Asakusa, kemudian ikuti instruksi (nomor 2) di atas.
5. Dari Narita Airport naik Keihin Express Line ke Stasiun Asakusa, kemudian ikuti instruksi (nomor 2) di atas.

Shuttle Bus Gratis:
Ada kabar gembira nih. Tersedia Shuttle Bus dengan rute Edo Wonderland Nikko Edomura Nikko dan Stasiun JR Nikko (5 keberangkatan pulang-pergi setiap harinya). Selalu cek dulu jadwalnya, ya.

Kalau kita bisa datang ke Nikko saat musim semi, khususnya sekitaran pertengahan bulan April, kita bisa menyaksikan Festival Yayoi. Di festival ini, kita bisa menyaksikan parade bunga yang begitu indah. Festival ini diselenggarakan dengan harapan akan ada banyak keberuntungan yang datang sepanjang tahun.

Image credit: jpninfo
Image credit: jpninfo 

Festival Yayoi ini juga disebut Gota Matsuri. Disebut “gota” yang berarti perkara karena festival ini diselenggarakan dengan aturan yang ketat. Satu kesalahan bisa mengundang banyak masalah.

Festival ini diselenggarakan mulai tanggal 13 April. Di hari kedua festival, mikoshi (kuil berjalan) dari Kuil Takio akan berangkat dan menuju Kuil Honsha Futarasan tanggal 16 April. Video yang diunggah oleh Ronin Dave ini akan memberi gambaran betapa ramai dan meriahnya festival Yayoi di Nikko, Jepang.

Tiruan bunga sakura ada di mana-mana menggambarkan datangnya musim semi yang akan memberi warna-warni baru. Selain kesakralannya, festival ini juga menciptakan atmosfer baru yang menyenangkan. Orang-orang bersuka cita menyambut datangnya musim semi dengan berbagai harapan baru.

Image credit: jpninfo
Image credit: jpninfo

3. ADA KEINDAHAN PENUH NILAI SEJARAH DI KUIL RINNOJI

Rinnoji (輪王寺, Rinnōji) yang didirikan tahun 766 ini merupakan kuil yang sangat penting di Nikko. Kuil ini dibangun oleh Shodo Shonin, biksu yang memperkenalkan agama Budha di Nikko pada abad ke-8.

Image credit: japan-guide
Image credit: japan-guide

Di bangunan utama kuil ini, Sanbutsudo terdapat patung Amida, Senju-Kannon (Kannon dengan seribu tangan) dan Bato-Kannon (Kannon berkepala kuda). Ketiga patung tersebut menggambarkan penjelmaan yang diyakini sebagai tiga dewa gunung yang disucikan di Kuil Futarasan.

Saat ini, halaman Sanbutsudo sedang direnovasi besar-besaran. Dijadwalkan proses renovasinya baru selesai atahun 2019 mendatang. Wah, lumayan lama juga, ya.

Penasaran dengan kuil suci bersejarah ini? Yuk simak video yang diunggah oleh Enchanting Japan berikut. Meski sekarang belum bisa ke sana, setidaknya melalui video ini kita bisa membayangkan keindahannya.

Ada satu spot yang jangan sampai dilewatkan saat berkunjung ke kuil ini, yaitu Shoyoen. Shoyoen merupakan taman bergaya Jepang. Taman ini indah sekali dan menawarkan ketenangan yang sangat menentramkan hati. Kalau berkunjung saat musim gugur, dedaunan akan menampilkan keelokannya dengan berubah warna merona jingga.

Image crediti: japan-guide
Image crediti: japan-guide

Etika Mengunjungi Kuil
Bagaimana pun kuil merupakan bangunan suci, jadi alangkah baiknya kalau kita juga mengikuti etika dasar saat mengunjungi tempat suci. Pertama, perhatikan peraturan soal pengambilan foto. Kita tak bisa sembarangan memotret di kuil apalagi sampai mengganggu orang yang beribadah di dalamnya. Kedua, soal pakaian juga kita perlu pakai yang sopan. Ketiga, hormati yang beribadah. Jangan sampai tindakan kita saat berkunjung menyinggung atau mengganggu mereka yang beribadah di kuil.

4. PIKIRAN JERNIH DAN TUBUH RILEKS DENGAN BERENDAM DI YUMOTO ONSEN

Menghabiskan waktu merasakan nikmatnya berendam di sumber mata air panas dengan dikelilingi pepohonan akan jadi pengalaman yang tak akan terlupakan. Di Nikko, ada sumber mata air panas yang terkenal, namanya Yumoto-Onsen. Nikmati nyamannya berendam di air panas dan temukan kenyamanan serta ketenangan yang selama ini belum pernah kita rasakan.

Yumoto (湯本) merupakan kota sumber mata air panas dan masih bagian dari Nikko National Park. Kota ini sangat menarik dan indah karena letaknya yang berdampingan dengan Danau Yunoko. Selain itu, di Yumoto ada banyak sekali ryokan (tempat penginapan yang mempunyai fasilitas dan gaya bangunan dengan arsitektur Jepang) yang dilengkapi dengan fasilitas berendam air panas.

Image credit: japan-guide
Image credit: japan-guide

Pikiran bisa kembali jernih dan tubuh jadi rileks saat berendam di air hangat yang bersumber langsung dari mata air panas alami di Yumoto. Pada musim liburan, tempat penginapan sebagian besar sudah full-booked. Jadi memang baiknya ke sini waktu low season biar lebih santai.

Image credit: blogspot
Image credit: blogspot

Sejumlah mata air panas tampak memunculkan gelembung-gelembung mendidihnya. Seperti mata air yang berada di area dekat kuil Budha, Onsenji ini. Namanya Yunodaira Marsh, sebagian besar sumber mata air panasnya memunculkan gelembung-gelembungnya. Selain itu, aroma belerang juga akan tercium sangat kuat.

Image credit: japan-guide
Image credit: japan-guide

Tips Mendapatkan Manfaat Optimal Berendam di Onsen
Agar manfaat yang didapat dari berendam di onsen lebih optimal, ada sejumlah tips yang perlu diketahui.
1. Waktu terbaik untuk berendam adalah pagi hari atau malam hari. Tinggalkan sesuaikan dengan kebutuhan saja. Berendam di pagi hari bisa membuat tubuh terasa lebih berenergi dan beraktivitas jadi lebih semangat. Kalau berendam di malam hari, tubuh bisa lebih rileks dan tidur jadi lebih nyenyak.
2. Sebelum berendam, bersihkan tubuh dulu. Jadi memang sebaiknya mandi dulu sampai tubuh benar-benar bersih baru berendam.
3. Di onsen umum, biasanya memang terpisah antara laki-laki dan perempuan. Hanya saja saat berendam, umumnya tak boleh memakai baju ataupun handuk. Jadi, tak boleh ada sehelai benang pun di tubuh ketika berendam.
4. Buat yang belum terbisa berendam di onsen, mungkin akan merasakan pusing jika berendam terlalu lama. Jadi coba batasi dulu waktu berendam selama 15 menit.
5. Air yang mengandung belerang baik untuk kesehatan dan kecantikan kulit, lho.

5. JIWA PETUALANG KITA KEMBALI TERTANTANG DAN MEMBUAT KITA MERASA LEBIH HIDUP

Ada air terjun yang sangat sayang bila dilewatkan begitu saja di Nikko. Air terjun ini merupakan satu dari tiga air terjun paling indah di Jepang. Namanya Air Terjun Kegon.

Image credit: japan-guide
Image credit: japan-guide

Air Terjun Kegon (華厳の滝, Kegon no taki) ini tingginya 100 meter dan termasuk satu dari tiga air terjun terindah di Jepang. Untuk menikmati keindahannya bisa dilakukan melihat dari atas secara gratis atau membeli tiket untuk menaiki elevator 100 meter ke bawah dan menuju platform yang sudah dibuatkan. Nanti kita akan melewati terowongan untuk menuju platform tersebut. Buat kamu yang nggak tahan dingin, jaket jadi barang wajib nih karena cipratan air dari terjun lumayan bikin tubuh menggigil. Meski harus bayar 500 yen tapi pemandangan air terjun dari bawah sungguh memukau. Nggak nyesel deh.

Image credit: japan-guide
Image credit: japan-guide

Ingin tahu keindahannya? Intip deh video Manish Thaduri ini. Melihat air terjun yang tercurah deras seperti itu membuat perasan jadi lebih lega. Dekat dengan alam selalalu membuat kita terasa lebih hidup.

Sementara buat kamu yang doyan muncak, bisa banget nih dicoba untuk mendaki Gunung Hangetsuyama. Hangetsuyama (半月山) merupakan gunung di ujung tenggara Danau Chuzenji.Sudah ada jalur pendakian yang langsung akan membawa kita ke puncak gunung. Jangan lupa untuk menikmati pemandangan indah Danau Chuzenji dan Gunung Nantai di dek yang sudah disediakan di sana.

Image credit: japan-guide
Image credit: japan-guide

Nggak mau capek-capek atau tak punya tenaga cukup untuk mendaki dari kaki gunung sampai puncak? Tak usah khawatir. Kita bisa naik bus, taksi, atau mencarter mobil untuk menuju lokasi parkir. Dari lokasi parkir, tinggal jalan sebentar sekitar 30 menit untuk mencapai dek dekat puncak. Meski capek dan energi terkuras habis, dijamin semua pengalaman itu akan membuatmu merasa hidup dan bahagia. Hidup tak lagi terasa sama. Saat pulang pun ada semangat baru yang bisa dibawa.

Tips Bertualang Menikmati Keindahan Alam

  1. Kenakan sepatu atau sandal gunung. Jangan sampai keselamatanmu terancam karena tak memakai alas kaki yang tepat saat menjelajah alam.
  2. Selalu bawa bekal yang cukup. Mulai dari soal minuman hingga makanan. Stamina jadi kunci penting untuk menjelajah indahnya alam terbuka.
  3. Bawa obat-obatan dan P3K. Buat jaga-jaga kalau kamu mengalami cedera ringan.
  4. Peta dan GPS wajib ada. Tujuannya? Biar nggak tersesat pastinya.
  5. Kurangi kadar narsismu. Maksudnya hati-hati kalau mau berfoto selfie. Selalu utamakan keselamatan setiap kali akan mengabadikan momen pentingmu.

6. MAKANAN KHAS NIKKO MEMBERI PENGALAMAN TAK TERLUPAKAN

Salah satu cara mengenal lebih dalam sebuah daerah adalah dengan mencicipi dan menikmati makanan khasnya. Nikko tak hanya terkenal dengan keindahan alam dan situs budaya saja tapi juga makanannya yang super lezat. Beberapa di antaranya adalah Yuba, Udon, dan Soba. Ada juga jajanan khasnya, seperti Manju, es serut yang terbuat dari mata air Nikko, dan Yokan.

Dulu sebagian besar penduduk Nikko adalah biksu yang vegetarian dan mengonsumsi banyak sekali tahu. Sehingga produk tahu sangatlah populer di Nikko. Tapi Yuba bukanlah tahu itu sendiri melainkan kulit tahu. Harganya lebih mahal dibanding tahu karena pembuatannya yang lebih rumit. Rasanya kenyal dan sangat khas.

Image credit: howibecamtexan
Image credit: howibecamtexan

Biar bisa dapat gambaran soal Yuba, intip dulu video dari Texan in Tokyo ini.

Umumnya area yang dikelilingi banyak kuil memiliki soba dan udon lezat, tak terkecuali Nikko. Soba dan udon tak hanya enak tapi juga murah dan menyehatkan. Udon merupakan mie yang terbuat dari tepung terigu dan tebal. Sementara soba lebih kecil dan tipis dari udon dan warnanya agak keabuan.

Soba. | Image credit: howibecamtexan
Soba. | Image credit: howibecamtexan
Udon. | Image credit: howibecamtexan
Udon. | Image credit: howibecamtexan

Pecinta makanan manis akan menemukan surganya di Nikko. Manju, es serut yang dibuat langsung dari mata air Nikko, dan Yokan wajib banget dicoba.

Yokan merupakan agar kacang manis. Bahan utamanya adalah agar-agar yang dikombinasikan dengan azuki (pasta kacang merah manis). Rasanya lembut dengan rasa manis yang ramah meleleh di mulut. Yokan sangat populer sebagai oleh-oleh untuk dibawa pulang para turis.

Image credit: nikko-travel.jp
Image credit: nikko-travel.jp

Es serut di area Nikko ini sungguh istimewa. Air yang digunakan berasal dar mata air alami di wilayah Nikko yang dibekukan dan diberi rasa. Ada yang diberi rasa maccha (teh hijau), sirup manis, dan kacang merah di atasnya. Yang paling standar adalah es serut rasa sirup stroberi dan sirup melon.

Image credit: nikko-travel.jp
Image credit: nikko-travel.jp

Manju ini juga tak kalah enaknya. Kue kukus tradisional khas Jepang ini memiliki ragam isian yang cukup banyak. Namun, yang paling populer adalah isian anko (pasta kacang merah). Di Nikko, variasi manju yang paling banyak ditemukan antara lain Onsen Manju (oleh-oleh yang gampang ditemukan di penginapan area sumber mata air panas), Yuba Manju, dan Sake Manju.

Image credit: nikko-travel.jp
Image credit: nikko-travel.jp
  1. LIBURAN KE NIKKO, JEPANG NGGAK LAGI RIBET KOK!

Mau jalan-jalan atau liburan ke Jepang sekarang gampang banget. Mumpung sebentar lagi akan memasuki musim panas di negeri sakura sana, jadi persiapkan rencana liburan dari sekarang. Kalau nggak mau repot, pakai jasa layanan individual maupun group tour dari HIS saja.

HIS
HIS

Terlebih saat ini ada HAnavi, yaitu kolaborasi antar HIS dan ANA (All Nippon Airways) yang memang dirancang khusus untuk para traveler atau wisatawan yang berkunjung ke Jepang. HAnavi sudah menyediakan paket Tiket Penerbangan Domestik dan Hotel dengan harga yang super terjangkau, bisa berangkat dari Tokyo atau dari Osaka, tinggal pilih saja.

Jadi nih ada tiga keuntungan besar yang bisa kita dapat dengan menggunakan HAnavi.
1. Hemat Waktu
Kita bisa memilih jadwal yang paling pas atau cocok dengan kita. Selain itu dengan naik pesawat jelas kita akan menghemat waktu di perjalanan. Jadi, liburan nggak bakal terlalu capek di jalan.
2. Tersedia Paket Tiket dan Hotel Super Murah
Nggak usah takut kantong bolong. Kita bisa mendapatkan paket tiket penerbangan domestik serta hotel dengan potongan diskon yang aduhai. Layanan yang ditawarkan HIS sangat mengutamakan kebutuhan kenyamanan para pelanggan.
3. Ada Banyak Pilihan Tiket dan Hotel
Semua bisa diatur sesuai dengan kebutuhan, keinginan, dan juga anggaran kita. Ada banyak pilihan kombinasi jaringan domestik serta hotel yang bisa kita pilih. Dengan HIS Travel Indonesia kita bisa liburan ke Jepang kapan pun, baik jalan-jalan saat musim panas hingga musim dingin sekaligus.

Kalau punya Facebook, langsung saja deh like Facebook Page-nya ini untuk mendapat update atau info terbaru.

Facebook Page: https://www.facebook.com/HISTravelIndonesia
Facebook Page: https://www.facebook.com/HISTravelIndonesia

Jadi, siap liburan dan jalan-jalan ke Jepang?

***

sekilas info:
nulis di Blog bisa liburan ke Jepang GRATIS!!!
klik banner di bawah ini, ya.
Ikuti Present Campaign HIS Summer Trip Blogging Competitionhttps://kawaiibeautyjapan.com/campaign/present-20/track.js

Referensi:
1. http://www.origamikiwi.com/2014/12/autumn-leaves-in-nikko-hiking-in.html
2. https://en.wikipedia.org/wiki/Senj%C5%8Dgahara
3. http://blog.gaijinpot.com/senjougahara-nature-trail/
4. http://his-travel.co.id/edo-wonderland
5. http://www.japan-guide.com/e/e3803.html
6. http://blog.his-travel.co.id/article/detail/wisata-sejarah-di-nikko-part-2
7. http://www.japan-guide.com/e/e3815.html
8. http://www.japan-guide.com/e/e3812.html
9. http://howibecametexan.com/2015/10/13/the-6-best-foods-to-eat-in-nikko-japan/
10. http://nikko-travel.jp/english/cuisine/
11. http://jpninfo.com/39114

 

 

 

 

 

 

 

 

Blog Kedua

Blog ini akhir-akhir ini jarang saya update bukan tanpa sebab. Saya sedang coba untuk lebih intens mengisi konten untuk blog baru saya di PenulisOnline.Com.

Sebenarnya blog itu sudah saya buat tahun lalu tapi karena nggak konsisten dan seringnya dilanda males jadinya sempat nggak terawat. Awal tahun lalu saya coba untuk mengutak-atiknya lagi dan memperpadat isinya. Jadilah saya “pindahan” ke sana saat ini.

Silakan langsung meluncur ke PenulisOnline.Com untuk mampir atau melihat-lihat🙂

Eh, tapi blog ini juga nggak akan saya tinggalin begitu saja. Sesekali masih akan saya tengok dan wara-wiri di sini.

inteligensi embun pagi
Blog baru saya di PENULISONLINE.COM 

“Menulis memang tidak pernah merupakan proses satu sisi… ,”

Di bagian “Dari Penulis” saya menemukan kalimat Dee yang benar-benar menggugah tentang kegiatan menulis.

“Menulis memang tidak pernah merupakan proses satu sisi. Menulis adalah kerja sama. Kita bekerja sama dengan Ide yang telah memilih kita menjadi partnernya. Bahu-membahu, melalui kerja keras dan komitmen, inspirasi yang berwujud abstrak akhirnya menjadi konkret. Di pojok tempat saya menulis, saya tampak sendirian. Sesungguhnya saya tidak sendiri. Saya sedang berdansa dengan partner saya di alam abstrak.” (halaman 704)

*semangat semangat!!!

Tiap Orang Punya Kisah Patah Hati

Image credit: Pinterest
Image credit: Pinterest

Di sebuah grup what’s app sedari tadi pagi saya mengikuti kisah patah hatinya dua orang sahabat. Mereka menceritakan kisah mereka yang menurut saya cukup berliku. Bukan sekadar putus dari hubungan, tapi lebih kompleks lagi dan sudah melibatkan keluarga.

Mulai dari sahabat saya yang sudah merasa cocok satu sama lain, sudah sempat makan bareng keluarga, tapi kemudian si cowok malah bertunangan dan menikah dengan cewek lain. Bahkan ketika akhirnya mereka menikah, keduanya dengan sengaja datang ke kantor sahabat saya itu untuk ngasih kartu undangan.

Lalu sahabat saya yang satunya yang juga sudah saling cinta satu sama lain sama seorang pria. Tapi malah pihak keluarga si cowok menjodohkannya dengan wanita lain. Latar belakang keluarganya yang “agak berat” memang sempat membuat sahabat saya gamang sendiri. Akhirnya keduanya pun pisah.

Duh, entahlah kalau saya berada di posisi mereka. Mungkin saya bakal nyesek banget dan susah untuk move on apalagi kasusnya sama-sama melibatkan keluarga, huhuhu.

cinta 2

Bisa nggak sih melupakan seseorang? Hm, mungkin agak susah ya. Mungkin melupakan seutuhnya sulit tapi perasaannya pasti akan memudar. Atau kalau sudah ketemu seseorang yang baru, barulah perasaan patah hati yang lalu akan hilang.

Tiap orang punya kisah patah hatinya sendiri. Bahkan punya ujian sendiri sebelum akhirnya bertemu jodohnya masing-masing. Well, saya secara pribadi memang tak punya (dan jangan sampai punya) kisah yang terlalu berliku dalam urusan jodoh. Cuma kadang galau aja, hehehe.

Melupakan kejadian pahit atau sesuatu yang meninggalkan trauma memang tak mudah. Apalagi kalau kenangannya sudah terlalu dalam (tsaaaah!) jadinya mau membuka lembaran baru juga prosesnya nggak langsung cling gitu aja.

cinta 3

“Cinta tak sesederhana kata-kata “aku cinta kamu dan dunia harus mengerti itu”, cinta adalah “aku cinta kamu dan karenanya aku juga harus mengerti dunia di sekelilingmu.”
(Novel Jodoh, Fahd Pahdepie)

Berlanjut ke cerita dua sahabat saya tadi. Intinya mereka sama-sama sedang mencoba untuk kembali menata hati. Membenahi diri dan mencoba untuk tetap bertahan dan bersabar sampai nanti akhirnya bisa bertemu dengan belahan jiwa sejatinya masing-masing. Saya sebagai “pihak ketiga” yang mendengar cerita mereka cuma bisa sok bijak ngasih saran-saran yang sebenarnya sudah klise, semacam ya sabar aja, ya semoga nanti kisah kita berakhir indah semua. 

Tiap orang punya kisah patah hatinya sendiri. Dan selalu ada pengalaman yang tak terlupakan dari itu semua… Benarkah seperti itu?